KRITERIA KETERCAPAIAN TUJUAN PEMBELAJARAN
(KKTP)
KURIKULUM BERBASIS CINTA (KBC)
ILMU PENGETAHUAN ALAM (IPA)
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
Satuan Pendidikan : MTs Negeri 2 Lamongan
Tahun Pelajaran : 2025 / 2026
Fase D Kelas/Semester : VII / Genap
A. Capaian Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam
(IPA) Fase D
Berbekal capaian pembelajaran yang telah diperoleh di fase sebelumnya,
peserta didik mendeskripsikan bagaimana hukum-hukum alam terjadi pada skala
mikro hingga skala makro dan membentuk sistem yang saling bergantung satu sama
lain. Pada fase ini, peserta didik mengimplementasikan pemahaman terhadap
konsep-konsep yang telah dipelajari untuk membuat keputusan serta menyelesaikan
permasalahan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.
|
Elemen |
Capaian Pembelajaran |
|
Pemahaman IPA |
2. Peserta didik dapat
mendeskripsikan atom dan senyawa sebagai unit terkecil penyusun materi serta
sel sebagai unit terkecil penyusun makhluk hidup, mengidentifikasi sistem
organisasi kehidupan serta melakukan analisis untuk menemukan keterkaitan
sistem organ dengan fungsinya serta kelainan atau gangguan yang muncul pada
sistem organ tertentu (sistem pencernaan, sistem peredaran darah, sistem
pernafasan dan sistem reproduksi). Peserta didik mengidentifikasi interaksi
antar makhluk hidup dan lingkungannya, serta dapat merancang upaya-upaya
mencegah dan mengatasi pencemaran dan perubahan iklim. Peserta didik
mengidentifikasi pewarisan sifat dan penerapan bioteknologi dalam kehidupan
sehari-hari. 3. Peserta mampu melakukan
pengukuran terhadap aspek fisis yang mereka temui dan memanfaatkan ragam
gerak dan gaya (force), memahami hubungan konsep usaha dan energi, mengukur
besaran suhu yang diakibatkan oleh energi kalor yang diberikan, sekaligus
dapat membedakan isolator dan konduktor kalor Peserta didik memahami gerak,
gaya dan tekanan, termasuk pesawat sederhana. Peserta didik memahami getaran
dan gelombang, pemantulan dan pembiasan cahaya termasuk alat- alat optik
sederhana yang sering dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. |
|
|
4.
Peserta didik dapat membuat rangkaian listrik
sederhana, memahami gejala kemagnetan dan kelistrikan untuk menyelesaikan
tantangan atau masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari- hari. 5. Peserta didik mengelaborasikan
pemahamannya tentang posisi relatif bumi-bulan-matahari dalam sistem tata
surya dan memahami struktur lapisan bumi untuk menjelaskan fenomena alam yang
terjadi dalam rangka mitigasi bencana. 6. Peserta didik mengenal pH sebagai
ukuran sifat keasaman suatu zat serta menggunakannya untuk mengelompokkan
materi (asam-basa berdasarkan pH nya). Dengan pemahaman ini peserta didik
mengenali sifat fisika dan kimia tanah serta hubungannya dengan organisme
serta pelestarian lingkungan. Peserta didik memiliki
keteguhan dalam mengambil keputusan yang benar untuk menghindari zat aditif
dan adiktif yang membahayakan dirinya dan lingkungan. |
|
Keterampilan
proses |
1. Mengamati. Secara mandiri, peserta didik dapat menggunakan berbagai alat bantu
dalam melakukan pengukuran dan pengamatan. Memperhatikan detail yang relevan
dari objek yang diamati. 2.
Mempertanyakan dan memprediksi Secara mandiri, peserta didik dapat
mengajukan pertanyaan lebih lanjut untuk memperjelas hasil pengamatan dan
membuat prediksi tentang penyelidikan ilmiah. 3. Merencanakan
dan melakukan penyelidikan Peserta didik merencanakan dan melakukan
langkah-langkah operasional berdasarkan referensi yang benar untuk menjawab
pertanyaan. Dalam penyelidikan, peserta didik menggunakan berbagai jenis
variabel untuk membuktikan prediksi. 4. Memproses,
menganalisis data dan informasi Menyajikan data dalam bentuk tabel, grafik,
dan model serta menjelaskan hasil pengamatan dan pola atau hubungan pada data
secara digital atau non digital. Mengumpulkan data dari penyelidikan yang
dilakukannya, menggunakan data sekunder, serta menggunakan pemahaman sains
untuk mengidentifikasi hubungan dan menarik kesimpulan berdasarkan bukti
ilmiah. 5. Mengevaluasi
dan refleksi Mengevaluasi kesimpulan melalui perbandingan dengan teori yang
ada. Menunjukkan kelebihan dan kekurangan proses penyelidikan dan efeknya
pada data. Menunjukkan permasalahan pada metodologi. 6.
Mengomunikasikan hasil Mengomunikasikan hasil penyelidikan secara utuh
yang ditunjang dengan argumen, bahasa serta konvensi sains yang sesuai
konteks penyelidikan. Menunjukkan pola berpikir sistematis sesuai format yang
ditentukan. |
B. Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP)
|
NO |
Alur Tujuan Pembelajaran |
Skala atau Interval Nilai |
|||
|
0 – 40% |
41 – 65% |
66 – 85% |
86 – 100% |
||
|
Belum mencapai, remedial di seluruh bagian |
Belum mencapai ketuntasan, remedial di bagian yang
diperlukan |
Sudah mencapai ketuntasan, tidak perlu remedial |
Sudah mencapai
ketuntasan, perlu pengayaan |
||
|
Bab I: Klasifikasi Makhluk
Hidup |
|||||
|
1.
|
§ Menjelaskan tujuh ciri makhluk hidup yang
membedakan dengan benda tak hidup. |
|
|
|
|
|
2.
|
§
Kegiatan
Membandingkan dan mengelompokkan antara makhluk hidup dengan benda tak hidup
yang ditemukan sehari-hari memiliki kemiripan sifat dengan makhluk hidup |
|
|
|
|
|
3.
|
§
Kegiatan
observasi beserta pembuatan laporannya tekait ciri-ciri mahkluk hidup. |
|
|
|
|
|
4.
|
§
Kegiatan
melakukan pengelompokan mahkluk hidup berdasarkan fungsinya |
|
|
|
|
|
5.
|
§
Kegiatan
melakukan pengelompokan mahkluk hidup berdasarkan manfaatnya |
|
|
|
|
|
6.
|
§
Kegiatan
melakukan pengelompokan mahkluk hidup berdasarkan bagian tubuhnya |
|
|
|
|
|
7.
|
§
Mengidentifikasi
kekerabatan makhluk hidup berdasarkan ciri morfologinya |
|
|
|
|
|
8.
|
§
Mengidentifikasi
kekerabatan makhluk hidup berdasarkan ciri anatominya. |
|
|
|
|
|
9.
|
§
Mengidentifikasi
kekerabatan makhluk hidup berdasarkan ciri bio-kimianya |
|
|
|
|
|
10.
|
§
Menggunakan
kunci dikotom tiap langkah secara benar hingga identitas organisme berhasil
ditentukan. |
|
|
|
|
|
11.
|
§
Menjelaskan
sistematika klasifikasi (Taksonomi) makhluk hidup. |
|
|
|
|
|
12.
|
§
Menjelaskan
karakteristik organisme monera |
|
|
|
|
|
13.
|
§
Menjelaskan
peran Protista sebagai produsen primer pada rantai makanan |
|
|
|
|
|
14.
|
§
Menjelaskan
cara jamur memperoleh nutrisi. |
|
|
|
|
|
15.
|
§
Menjelaskan
perbedaan utama kelompok lumut (Bryophyta), paku (Pteridophyta), dan tumbuhan
berbiji (Spermatophyta). |
|
|
|
|
|
16.
|
§
Mengidentifikasi
ciri khas hewan invertebrata (tidak bertulang belakang) dan vertebrata
(bertulang belakang). |
|
|
|
|
|
Bab II: Ekologi dan Keanekaragaman
Hayati Indonesia |
|||||
|
17.
|
§
Mengidentifikasi
komponen biotik dan abiotik dalam suatu ekosistem tertentu.. |
|
|
|
|
|
18.
|
§
Menjelaskan
interaksi antar komponen ekosistem terkait
rantai makanan dan jaring-jaring makanan |
|
|
|
|
|
19.
|
§
Mengidentifikasi
secara kepustakaan urutan satuan makhluk hidup dari yang paling sederhana
hingga yang paling kompleks |
|
|
|
|
|
20.
|
§
Menjelaskan
berbagai populasi yang hidup bersama dan saling berinteraksi di suatu wilayah |
|
|
|
|
|
21.
|
§
Menjelaskan
macam-macam interaksi dalam ekosistem (predasi, kompetisi, simbiosis,
netral). |
|
|
|
|
|
22.
|
§
Menjelaskan
perbedaan antar jenis interaksi (misalnya: mutualisme vs parasitisme). |
|
|
|
|
|
23.
|
§
Mengidentifikasi
peran setiap makhluk hidup dalam ekosistem |
|
|
|
|
|
24.
|
§
Menjelaskan
pengertian energi dan peranannya dalam kehidupan sehari-hari. |
|
|
|
|
|
25.
|
§
Menjelaskan
interaksi antara komponen biotik (makhluk hidup) dan abiotik (lingkungan tak
hidup) serta dampaknya terhadap aliran energi |
|
|
|
|
|
26.
|
§
Mendeskripsikan
arus energi dan siklus materi dalam suatu piramida makanan. |
|
|
|
|
|
27.
|
§
Menjelaskan
konsep dasar daur biogeokimia meliputi daur air, karbon, nitrogen, fosfor,
dan sulfur sesuai dengan prinsip-prinsip sains modern. |
|
|
|
|
|
28.
|
§
Mengidentifikasi
tahapan spesifik dalam setiap siklus biogeokimia. |
|
|
|
|
|
29.
|
§
Menjelaskan
peran penting daur biogeokimia dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan
kelangsungan hidup di bumi. |
|
|
|
|
|
30.
|
§
Mengidentifikasi
secara kepustakaan berbagai jenis makhluk hidup (flora dan fauna) yang ada di
Indonesia. |
|
|
|
|
|
31.
|
§
Menjelaskan
faktor-faktor yang menyebabkan tingginya keanekaragaman hayati di Indonesia,
seperti iklim tropis dan kondisi geografis |
|
|
|
|
|
32.
|
§
Menjelaskan
manfaat keanekaragaman hayati, baik nilai biologis (sumber pangan,
obat-obatan, bahan bangunan), nilai ekonomi, nilai ekologi (menjaga
keseimbangan ekosistem), nilai pendidikan, maupun nilai sosial budaya. |
|
|
|
|
|
33.
|
§
Menjelaskan
korelasi antara aktivitas ekonomi seperti deforestasi untuk lahan sawit atau
pertambangan dengan kepunahan flora dan fauna lokal. |
|
|
|
|
|
34.
|
§
Mejelaskan
pola persebaran flora dan fauna di Indonesia sepanjang Garis Wallace dan
Weber yang terancam oleh kerusakan ekosistem. |
|
|
|
|
|
35.
|
§
Menjelaskan
pengertian konservasi keanekaragaman hayati sebagai upaya perlindungan,
pelestarian, dan pemanfaatan berkelanjutan |
|
|
|
|
|
36.
|
§
Merinci
secara kepustakaan nilai manfaat keanekaragaman hayati pada bidang biologi,
ekonomi, ekologi, sosial, dan pendidikan bagi kelangsungan hidup manusia. |
|
|
|
|
|
37.
|
§
Menjelasan
pelestarian secara In-situ (di dalam habitat asli) dan Ex-situ (di luar
habitat asli) beserta contohnya. |
|
|
|
|
|
Bab III: Tata Surya |
|||||
|
38.
|
§
Mengidentifikasi
anggota planet dalam dan planet luar.dengan benar. |
|
|
|
|
|
39.
|
§
Menjelaskan
urutan planet dari yang terdekat hingga terjauh dari Matahari. |
|
|
|
|
|
|
§
Membedakan
karakteristik utama setiap planet meliputi ukuran, warna, suhu, atmosfer,
periode revolusi dan periode rotasi. |
|
|
|
|
|
40.
|
§
Menjelaskan
teori pembentukan tata surya |
|
|
|
|
|
41.
|
§
Menjelaskan
antara struktur model Geosentris (Bumi di pusat) yang dipopulerkan Ptolemeus
dengan model Heliosentris (Matahari di pusat) yang dicetuskan Copernicus |
|
|
|
|
|
42.
|
§
Menjelaskan
kaitan antara gravitasi Newton dengan hukum gerak planet Hukum Kepler yang
mengatur keteraturan sistem tata surya. |
|
|
|
|
|
43.
|
§
Menjelaskan
bahwa Matahari adalah bintang, bukan planet, karena menghasilkan energinya
sendiri melalui fusi nuklir, berbeda dengan planet yang memantulkan cahaya. |
|
|
|
|
|
44.
|
§
Membuat
model tata surya sederhana, dan menyajikan informasi tentang Matahari di
depan kelas. |
|
|
|
|
|
45.
|
§
Menjelaskan
dampak rotasi Bumi dan revolusi Bumi terhadap kehidupan di Bumi. |
|
|
|
|
|
46.
|
§
Menjelaskan
karakteristik bumi sebagai satu-satunya planet yang layak huni, termasuk
keberadaan air, atmosfer, dan makhluk hidup. |
|
|
|
|
|
47.
|
§
Menjelaskan
tiga gerakan Bulan sekaligus, meliputi gerak rotasi pada porosnya, gerak
revolusi mengelilingi Bumi, dan gerak revolusi bersama Bumi mengelilingi
Matahari. |
|
|
|
|
|
48.
|
§
Menjelaskan
dampak rotasi bumi yang mengakibatkan peristiwa siang dan malam, gerak semu
harian Matahari, serta perbedaan waktu di berbagai wilayah |
|
|
|
|
|
49.
|
§
Menjelaskan
gerak revolusi Bumi dengan terjadinya pergantian musim, perubahan lamanya
siang dan malam, serta gerak semu tahunan Matahari |
|
|
|
|
|
50.
|
§
Menjelaskan
perubahan bentuk wujud Bulan yang tampak dari Bumi akibat kedudukan Bulan
terhadap Matahari. |
|
|
|
|
|
51.
|
§
Menjelaskan
peristiwa gerhana matahari dan gerhana bulan. |
|
|
|
|
Keterangan :
0 - 40 % : Belum mencapai, remedial di seluruh bagian
41 - 65 % : Belum mencapai
ketuntasan, remedial di bagian yang diperlukan
66 - 85 % : Sudah mencapai
ketuntasan, tidak perlu remedial
86 - 100% : Sudah mencapai
ketuntasan, perlu pengayaan atau tantangan lebih
Lamongan,
2 Januari 2026
Mengetahui,
Kepala MTs. N 2 Lamongan Guru Mata
Pelajaran
ASMAN,
S. Ag., M. Pd MUHAJIR,
S. Pd
NIP. 197306132007101004 NIP.
197509272005011002