Pendidikan

September 26, 2025

Cara Menguji Protein Dalam Makanan

Cara Menguji Protein Dalam Makanan

 

 

     A. Kajian Teori.

 

Biuret (C₂H₅N₃O₂) adalah reagen atau uji kimia yang digunakan untuk mendeteksi keberadaan protein atau peptida dalam suatu sampel makanan.  

Uji biuret pertamakali diperkenal seorang ahli fisiologi berkebangsaan Polandia, Gustaw Piotrowski (lahir 1833), yang memperkenalkan metode pengujian ini pada tahun 1857.

Komposisi biuret, adalah kondensasi (penggabungan) larutan yang mengandung tembaga(II) sulfat (CuSO₄), natrium hidroksida (NaOH), dan sering kali ditambah kalium natrium tartrat (NaK tartrat) untuk menstabilkan larutan. Pereaksi ini digunakan untuk menguji keberadaan protein dengan mendeteksi ketika ada dua atau lebih ikatan peptida yang bereaksi dengan ion tembaga (II) dalam larutan basa dalam sampel makanan, yang akan menghasilkan perubahan warna menjadi ungu ketika bereaksi dengan larutan tersebut.

 

     B. Tujuan;

 

Menguji protein dalam makanan

 

     C.  Alat dan Bahan;

 

1.      5 tabung reaksi dan rak tabungnya

2.      Pipet

3.      Alat penggerus (mortar dan pestel)

4.      Larutan Biuret

5.      Putih telur ( sebagai kontrol)

6.      Kentang

7.      Susu

8.      Pisang

9.      Tahu

 

 

      D. Prosedur Kerja

 

1.  Berilah label A, B, C, D  dan E pada tabung reaksi.

2.  Teteskan 2 tetes putih telur pada tabung reaksi A.

3.  Selanjutnya teteskan 1 tetes larutan Biuret pada campuran tersebut.

4.  Amati warna yang terjadi pada tabung reaksi A. ( Ini sebagai kontrol )

5.  Selanjutnya teteskan sebanyak 1 tetes larutan Biuret pada setiap ekstrak bahan yang akan diteliti pada tabung reaksi B, C, D  dan E.

6.  Amati setiap perubahan warna yang terjadi pada tabung reaksi B, C, D  dan E.

 

      E. Hasil Pengamatan;

 

No

 

Bahan

 

Ditambah Biuret

 

Keterangan

Warna sebelum ditambahi

Warna sesudah ditambahi

1

Putih telur

 

 

 

2

Kentang

 

 

 

3

Susu

 

 

 

4

Pisang

 

 

 

5

Tahu

 

 

 

 

Keterangan :

++++     =  Warna ungu pekat (Mengandung protein tinggi)

+++        =  Warna setengah ungu

++          =  Warna ungu pucat

+             =  Warna sedikit ungu

-              =  Warna biru (Tidak mengandung protein)

 

         F.  Pertanyaan:

 

1.  Apakah semua bahan makanan yang diuji menghasilkan perubahan warna yang sama? Apa alasannya?

2.  Makanan apa yang paling banyak mengandung protein?

3.  Makanan apa yang paling sedikit mengandung protein?

4.  Makanan mana yang tidak mengandung protein?

5. Apa kesimpulan percobaan ini?


 











         F.  Pertanyaan:

 

1.  Apakah semua bahan makanan yang diuji menghasilkan perubahan warna yang sama? Apa alasannya?

2.  Makanan apa yang paling banyak mengandung protein?

3.  Makanan apa yang paling sedikit mengandung protein?

4.  Makanan mana yang tidak mengandung protein?

5. Apa kesimpulan percobaan ini?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar