Pendidikan

April 09, 2026

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) IPA kelas 7 Semester Genap Kurikulum Berbasis Cinta (KBC)

 

 


ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

KURIKULUM BERBASIS CINTA (KBC)

ILMU PENGETAHUAN ALAM (IPA)

 

 

 


Mata Pelajaran                   :  Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)

Satuan Pendidikan           :  MTs negeri 2 Lamongan

Tahun Pelajaran                :  2025 / 2026

Fase D Kelas/Semester  :  VII  / Genap

 

Capaian Pembelajaran Umum :

Pada akhir fase D, peserta didik mampu melakukan klasifikasi makhluk hidup dan benda berdasarkan karakteristik yang diamati, mengidentifikasi sifat dan karakteristik zat, membedakan perubahan fisik dan kimia serta memisahkan campuran sederhana. Peserta didik dapat mendeskripsikan atom dan senyawa sebagai unit terkecil penyusun materi serta sel sebagai unit terkecil penyusun makhluk hidup, mengidentifikasi sistem organisasi kehidupan serta melakukan analisis untuk menemukan keterkaitan sistem organ dengan fungsinya serta kelainan atau gangguan yang muncul pada sistem organ tertentu (sistem pencernaan, sistem peredaran darah, sistem pernafasan dan sistem reproduksi). Peserta didik mengidentifikasi interaksi antar makhluk hidup dan lingkungannya, serta dapat merancang upaya-upaya mencegah dan mengatasi pencemaran dan perubahan iklim. Peserta didik mengidentifikasi pewarisan sifat dan penerapan bioteknologi dalam kehidupan sehari-hari. Peserta mampu melakukan pengukuran terhadap aspek fisis yang mereka temui dan memanfaatkan ragam gerak dan gaya (force), memahami hubungan konsep usaha dan energi, mengukur besaran suhu yang diakibatkan oleh energi kalor yang diberikan, sekaligus dapat membedakan isolator dan konduktor kalor Peserta didik memahami gerak, gaya dan tekanan, termasuk pesawat sederhana. Peserta didik memahami getaran dan gelombang, pemantulan dan pembiasan cahaya termasuk alat- alat optik sederhana yang sering dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.

 

 

Elemen

Capaian Pembelajaran

Tujuan Pembelajaran

Alur Tujuan Pembelajaran

Materi

Asesmen

Alokasi Waktu (JP)

 

 

1

2

3

4

5

6

7

 

 

Pemahaman IPA

Pada akhir fase D, peserta didik mampu melakukan klasifikasi makhluk hidup dan benda berdasarkan karakteristik yang diamati

Murid dapat mengembangkan berpikir kritis, objektif, dan bertanggung jawab dalam membedakan antara benda tak hidup dan makhluk hidup.

Menjelaskan tujuh ciri makhluk hidup yang membedakan dengan benda tak hidup.

Ciri-ciri makhluk hidup

Lisan dan tulisan

2 JP

 

 

Keterampilan Proses

Secara mandiri, peserta didik dapat mengajukan pertanyaan lebih lanjut untuk memperjelas hasil pengamatan dan membuat prediksi tentang penyelidikan ilmiah.

Murid dapat membandingkan dan mengelompokkan objek di sekitar mereka ke dalam kategori makhluk hidup atau benda mati berdasarkan ciri-ciri yang telah dipelajari.

Kegiatan Membandingkan dan mengelompokkan antara makhluk hidup dengan benda tak hidup yang ditemukan sehari-hari memiliki kemiripan sifat dengan makhluk hidup

Ciri-ciri makhluk hidup

 

2 JP

 

 

Keterampilan Proses

Secara mandiri, peserta didik dapat mengajukan pertanyaan lebih lanjut untuk memperjelas hasil pengamatan dan membuat prediksi tentang penyelidikan ilmiah.

Murid dapat melakukan observasi sederhana terhadap spesimen atau gambar untuk mengidentifikasi ciri-ciri yang terlihat dan melaporkannya secara runtut.

Kegiatan observasi beserta pembuatan laporannya tekait ciri-ciri mahkluk hidup.

Ciri-ciri makhluk hidup

 

2 JP

 

 

Keterampilan Proses

Secara mandiri, peserta didik dapat mengajukan pertanyaan lebih lanjut untuk memperjelas hasil pengamatan dan membuat prediksi tentang penyelidikan ilmiah.

Murid dapat melakukan pengelompokan makhluk hidup berdasarkan fungsinya.

Kegiatan melakukan pengelompokan mahkluk hidup berdasarkan fungsinya

Pentingnya Klasifikasi Makhluk Hidup

Lisan dan tulisan

2 JP

 

 

Keterampilan Proses

Secara mandiri, peserta didik dapat mengajukan pertanyaan lebih lanjut untuk memperjelas hasil pengamatan dan membuat prediksi tentang penyelidikan ilmiah.

Murid dapat melakukan pengelompokan makhluk hidup bedasarkan manfaatnya.

Kegiatan melakukan pengelompokan mahkluk hidup berdasarkan manfaatnya

Pentingnya Klasifikasi Makhluk Hidup

 

2 JP

 

 

Keterampilan Proses

Pada akhir fase D, peserta didik mampu melakukan klasifikasi makhluk hidup dan benda berdasarkan karakteristik yang diamati

Murid dapat menjelaskan secara sederhana hubungan kekerabatan antar makhluk hidup berdasarkan bagian tubuhnya.

Kegiatan melakukan pengelompokan mahkluk hidup berdasarkan bagian tubuhnya

Pentingnya Klasifikasi Makhluk Hidup

 

2 JP

 

 

Pemahaman IPA

Pada akhir fase D, peserta didik mampu melakukan klasifikasi makhluk hidup dan benda berdasarkan karakteristik yang diamati

Murid dapat mengidentifikasi kekerabatan makhluk hidup berdasarkan ciri morfologinya.

Mengidentifikasi kekerabatan makhluk hidup berdasarkan ciri morfologinya

Cara Mengklasifikasikan Makhluk Hidup

Lisan dan tulisan

2 JP

 

 

Pemahaman IPA

Pada akhir fase D, peserta didik mampu melakukan klasifikasi makhluk hidup dan benda berdasarkan karakteristik yang diamati

Murid dapat mengidentifikasi kekerabatan makhluk hidup berdasarkan ciri anatominya.

Mengidentifikasi kekerabatan makhluk hidup berdasarkan ciri anatominya.

Cara Mengklasifikasikan Makhluk Hidup

 

2 JP

 

 

Pemahaman IPA

Pada akhir fase D, peserta didik mampu melakukan klasifikasi makhluk hidup dan benda berdasarkan karakteristik yang diamati

Murid dapat mengidentifikasi kekerabatan makhluk hidup berdasarkan ciri bio-kimianya

Mengidentifikasi kekerabatan makhluk hidup berdasarkan ciri bio-kimianya

Cara Mengklasifikasikan Makhluk Hidup

 

2 JP

 

 

Keterampilan Proses

Secara mandiri, peserta didik dapat mengajukan pertanyaan lebih lanjut untuk memperjelas hasil pengamatan dan membuat prediksi tentang penyelidikan ilmiah.

Murid dapat menggunakan kunci dikotom tiap langkah secara benar hingga identitas organisme berhasil ditentukan.

Menggunakan kunci dikotom tiap langkah secara benar hingga identitas organisme berhasil ditentukan.

Kunci Determinasi

Lisan dan tulisan

2 JP

 

 

Keterampilan Proses

Secara mandiri, peserta didik dapat mengajukan pertanyaan lebih lanjut untuk memperjelas hasil pengamatan dan membuat prediksi tentang penyelidikan ilmiah.

Murid dapat membuat kunci determinasi sederhana mulai memilih obyek, identifikasi ciri hingga pemberian urutan nomor dan huruf.

Membuat kunci determinasi sederhana mulai memilih obyek, identifikasi ciri hingga pemberian urutan nomor dan huruf.

Kunci Determinasi

 

2 JP

 

 

Pemahaman IPA

Pada akhir fase D, peserta didik mampu melakukan klasifikasi makhluk hidup dan benda berdasarkan karakteristik yang diamati

Murid dapat menjelaskan sistem klasifikasi (Taksonomi) oleh Carolus Linnaeus, termasuk tingkatan takson (Kingdom, Filum/Divisi, Kelas, Ordo, Famili, Genus, Spesies) dan aturan tata nama binomial nomenklatur.

Menjelaskan sistematika klasifikasi (Taksonomi) makhluk hidup.

Sistem Pemberian Nama Makhluk Hidup

Lisan dan tulisan

2 JP

 

 

Pemahaman IPA

Pada akhir fase D, peserta didik mampu melakukan klasifikasi makhluk hidup dan benda berdasarkan karakteristik yang diamati

Murid dapat menjelaskan karakteristik organisme monera.

Menjelaskan karakteristik organisme monera.

Kingdom Monera

Lisan dan tulisan

2 JP

 

 

Pemahaman IPA

Pada akhir fase D, peserta didik mampu melakukan klasifikasi makhluk hidup dan benda berdasarkan karakteristik yang diamati

Murid dapat menjelaskan fungsi penting monera sebagai organisme pendaur ulang zat makanan mineral.

Menjelaskan fungsi penting monera sebagai organisme pendaur ulang zat makanan mineral.

Kingdom Monera

 

2 JP

 

 

Pemahaman IPA

Pada akhir fase D, peserta didik mampu melakukan klasifikasi makhluk hidup dan benda berdasarkan karakteristik yang diamati

Murid dapat menjelaskan menjelaskan reproduksi monera secara aseksual melalui pembelahan biner atau pertunasan

Menjelaskan menjelaskan reproduksi monera

Kingdom Monera

 

2 JP

 

 

Pemahaman IPA

Pada akhir fase D, peserta didik mampu melakukan klasifikasi makhluk hidup dan benda berdasarkan karakteristik yang diamati

Murid dapat menjelaskan peran Protista di dasar rantai makanan sebagai produsen primer (ganggang fotosintetik) dan sumber makanan bagi organisme lain.

Menjelaskan peran Protista sebagai produsen primer pada rantai makanan

Kingdom Protista

Lisan dan tulisan

2 JP

 

 

Pemahaman IPA

Pada akhir fase D, peserta didik mampu melakukan klasifikasi makhluk hidup dan benda berdasarkan karakteristik yang diamati

Murid dapat menjelaskan alasan organisme Protista yang tidak sepenuhnya dapat dimasukkan ke dalam kategori hewan, tumbuhan, maupun jamur.

Menjelaskan alasan organisme Protista yang tidak sepenuhnya dapat dimasukkan ke dalam kategori hewan, tumbuhan, maupun jamur.

Kingdom Protista

 

2 JP

 

 

Pemahaman IPA

Pada akhir fase D, peserta didik mampu melakukan klasifikasi makhluk hidup dan benda berdasarkan karakteristik yang diamati

Murid dapat menjelaskan cara jamur memperoleh nutrisi, baik secara saprofit (pengurai), parasit, maupun simbiosis mutualisme,

Menjelaskan cara jamur memperoleh nutrisi.

Kingdom Fungi

Lisan dan tulisan

2 JP

 

 

Pemahaman IPA

Pada akhir fase D, peserta didik mampu melakukan klasifikasi makhluk hidup dan benda berdasarkan karakteristik yang diamati

Murid dapat mendeskripsikan peranan fungi bagi manusia yang dapat dimakan, dan peranannya dalam produksi makanan (misalnya, roti, tempe, tape) dan obat-obatan (antibiotik).

Mendeskripsikan peranan fungi bagi manusia

Kingdom Fungi

 

2 JP

 

 

Pemahaman IPA

Pada akhir fase D, peserta didik mampu melakukan klasifikasi makhluk hidup dan benda berdasarkan karakteristik yang diamati

Murid dapat menjelaskan perbedaan utama antara kelompok lumut (Bryophyta), paku (Pteridophyta), dan tumbuhan berbiji (Spermatophyta).

Menjelaskan perbedaan utama kelompok lumut (Bryophyta), paku (Pteridophyta), dan tumbuhan berbiji (Spermatophyta).

Kingdom Plantae

Lisan dan tulisan

2 JP

 

 

Pemahaman IPA

Pada akhir fase D, peserta didik mampu melakukan klasifikasi makhluk hidup dan benda berdasarkan karakteristik yang diamati

Murid dapat menjelaskan manfaat kelompok lumut (Bryophyta), paku (Pteridophyta), dan tumbuhan berbiji (Spermatophyta) sebagai sumber pangan, obat-obatan, bahan bangunan, kosmetik, hingga energi.

Menjelaskan manfaat kelompok lumut (Bryophyta), paku (Pteridophyta), dan tumbuhan berbiji (Spermatophyta) bagi manusia

Kingdom Plantae

 

2 JP

 

 

Pemahaman IPA

Pada akhir fase D, peserta didik mampu melakukan klasifikasi makhluk hidup dan benda berdasarkan karakteristik yang diamati

Murid dapat menjelaskan siklus hidup (metagenesis) kelompok lumut (Bryophyta) dan paku (Pteridophyta).

Menjelaskan siklus hidup (metagenesis) kelompok lumut (Bryophyta) dan paku (Pteridophyta).

Kingdom Plantae

 

2 JP

 

 

Pemahaman IPA

Pada akhir fase D, peserta didik mampu melakukan klasifikasi makhluk hidup dan benda berdasarkan karakteristik yang diamati

Murid dapat mengidentifikasi ciri khas hewan invertebrata (tidak bertulang belakang) dan vertebrata (bertulang belakang). berdasarkan persamaan dan perbedaan, seperti lapisan tubuh (diploblastik/triploblastik), rongga tubuh, simetri, dan reproduksi. 

Mengidentifikasi ciri khas hewan invertebrata (tidak bertulang belakang) dan vertebrata (bertulang belakang).

Kingdom animalia

Lisan dan tulisan

2 JP

 

 

Pemahaman IPA

Pada akhir fase D, peserta didik mampu melakukan klasifikasi makhluk hidup dan benda berdasarkan karakteristik yang diamati

Murid dapat menjelaskan klasifikasi hewan invertebrata maupun vertebrata berdasarkan ciri-ciri seperti lapisan tubuh, rongga tubuh (aselomata, pseudoselomata, dan selomata), simetri tubuh, dan ada tidaknya tulang belakang.

Menjelaskan klasifikasi hewan invertebrata dan vertebrata

Kingdom animalia

 

2 JP

 

 

Keterampilan Proses

Secara mandiri, peserta didik dapat mengajukan pertanyaan lebih lanjut untuk memperjelas hasil pengamatan dan membuat prediksi tentang penyelidikan ilmiah.

Murid dapat membangun dan menemukan kesimpulan tentang peranan Invertebrata dan Vertebrata dalam ekosistem.

Melakukan observasi kepustakaan tentang peranan Invertebrata dan Vertebrata dalam ekosistem

Kingdom animalia

 

2 JP

 

 

Pemahaman IPA

Pada akhir fase D, Peserta didik mengidentifikasi interaksi antar makhluk hidup dan lingkungannya, serta dapat merancang upaya-upaya mencegah dan mengatasi pencemaran dan perubahan iklim.

Murid dapat mengidentifikasi komponen biotik  meliputi makhluk hidup, seperti manusia, hewan, dan tumbuhan dan abiotik meliputi benda mati, seperti udara, air, tanah, dan cahaya matahari dalam suatu ekosistem tertentu.

Mengidentifikasi komponen biotik dan abiotik dalam suatu ekosistem tertentu..

Komponen-Komponen Lingkungan

Lisan dan tulisan

2 JP

 

 

Pemahaman IPA

Pada akhir fase D, Peserta didik mengidentifikasi interaksi antar makhluk hidup dan lingkungannya, serta dapat merancang upaya-upaya mencegah dan mengatasi pencemaran dan perubahan iklim.

Murid dapat menjelaskan interaksi antar komponen ekosistem meliputi hubungan produsen-konsumen dalam rantai makanan dan jaring-jaring makanan

Menjelaskan interaksi antar komponen ekosistem terkait  rantai makanan dan jaring-jaring makanan

Komponen-Komponen Lingkungan

 

2 JP

 

 

Pemahaman IPA

Pada akhir fase D, Peserta didik mengidentifikasi interaksi antar makhluk hidup dan lingkungannya, serta dapat merancang upaya-upaya mencegah dan mengatasi pencemaran dan perubahan iklim.

Murid dapat mengidentifikasi urutan satuan makhluk hidup dari yang paling sederhana hingga yang paling kompleks

Mengidentifikasi secara kepustakaan urutan satuan makhluk hidup dari yang paling sederhana hingga yang paling kompleks

Satuan-Satuan Makhluk Hidup dalam Lingkungan

Lisan dan tulisan

2 JP

 

 

Pemahaman IPA

Pada akhir fase D, Peserta didik mengidentifikasi interaksi antar makhluk hidup dan lingkungannya, serta dapat merancang upaya-upaya mencegah dan mengatasi pencemaran dan perubahan iklim.

Murid dapat menjelaskan berbagai populasi yang hidup bersama dan saling berinteraksi di suatu wilayah.

Menjelaskan berbagai populasi yang hidup bersama dan saling berinteraksi di suatu wilayah

Satuan-Satuan Makhluk Hidup dalam Lingkungan

 

2 JP

 

 

Pemahaman IPA

Pada akhir fase D, Peserta didik mengidentifikasi interaksi antar makhluk hidup dan lingkungannya, serta dapat merancang upaya-upaya mencegah dan mengatasi pencemaran dan perubahan iklim.

Murid dapat menyebutkan macam-macam interaksi (predasi, kompetisi, simbiosis, netral).

Menjelaskan macam-macam interaksi dalam ekosistem (predasi, kompetisi, simbiosis, netral).

Interaksi dalam Ekosistem

Lisan dan tulisan

2 JP

 

 

Pemahaman IPA

Pada akhir fase D, Peserta didik mengidentifikasi interaksi antar makhluk hidup dan lingkungannya, serta dapat merancang upaya-upaya mencegah dan mengatasi pencemaran dan perubahan iklim.

Murid dapat menjelaskan perbedaan antar jenis interaksi (misalnya: mutualisme vs parasitisme).

Menjelaskan perbedaan antar jenis interaksi (misalnya: mutualisme vs parasitisme).

Interaksi dalam Ekosistem

 

2 JP

 

 

Pemahaman IPA

Pada akhir fase D, Peserta didik mengidentifikasi interaksi antar makhluk hidup dan lingkungannya, serta dapat merancang upaya-upaya mencegah dan mengatasi pencemaran dan perubahan iklim.

Murid dapat mengidentifikasi peran setiap makhluk hidup dalam ekosistem, yaitu sebagai produsen (pembuat makanan sendiri), konsumen (herbivora, karnivora, omnivora), dan pengurai/dekomposer.

Mengidentifikasi peran setiap makhluk hidup dalam ekosistem

Rantai Makanan dan Jaring-jaring Makanan

 

2 JP

 

 

Pemahaman IPA

Pada akhir fase D, Peserta didik mengidentifikasi interaksi antar makhluk hidup dan lingkungannya, serta dapat merancang upaya-upaya mencegah dan mengatasi pencemaran dan perubahan iklim.

Murid dapat menjelaskan pengertian energi dan peranannya dalam kehidupan sehari-hari.

Menjelaskan pengertian energi dan peranannya dalam kehidupan sehari-hari.

Aliran energi

Lisan dan tulisan

2 JP

 

 

Pemahaman IPA

Pada akhir fase D, Peserta didik mengidentifikasi interaksi antar makhluk hidup dan lingkungannya, serta dapat merancang upaya-upaya mencegah dan mengatasi pencemaran dan perubahan iklim.

Murid dapat menjelaskan interaksi antara komponen biotik (makhluk hidup) dan abiotik (lingkungan tak hidup) serta dampaknya terhadap aliran energi

Menjelaskan interaksi antara komponen biotik (makhluk hidup) dan abiotik (lingkungan tak hidup) serta dampaknya terhadap aliran energi

Aliran energi

 

2 JP

 

 

Pemahaman IPA

Pada akhir fase D, Peserta didik mengidentifikasi interaksi antar makhluk hidup dan lingkungannya, serta dapat merancang upaya-upaya mencegah dan mengatasi pencemaran dan perubahan iklim.

Murid dapat mendeskripsikan arus energi dan siklus materi dalam suatu piramida makanan.

Mendeskripsikan arus energi dan siklus materi dalam suatu piramida makanan.

Piramida makanan

 

2 JP

 

 

Pemahaman IPA

Pada akhir fase D, Peserta didik mengidentifikasi interaksi antar makhluk hidup dan lingkungannya, serta dapat merancang upaya-upaya mencegah dan mengatasi pencemaran dan perubahan iklim.

Murid dapat menjelaskan konsep dasar daur biogeokimia meliputi daur air, karbon, nitrogen, fosfor, dan sulfur sesuai dengan prinsip-prinsip sains modern.

Menjelaskan konsep dasar daur biogeokimia meliputi daur air, karbon, nitrogen, fosfor, dan sulfur sesuai dengan prinsip-prinsip sains modern.

Daur Biogeokimia

 

2 JP

 

 

Pemahaman IPA

Pada akhir fase D, Peserta didik mengidentifikasi interaksi antar makhluk hidup dan lingkungannya, serta dapat merancang upaya-upaya mencegah dan mengatasi pencemaran dan perubahan iklim.

Murid dapat mengidentifikasi tahapan spesifik dalam setiap siklus biogeokimia. 

Mengidentifikasi tahapan spesifik dalam setiap siklus biogeokimia.  

Daur Biogeokimia

 

2 JP

 

 

Pemahaman IPA

Pada akhir fase D, Peserta didik mengidentifikasi interaksi antar makhluk hidup dan lingkungannya, serta dapat merancang upaya-upaya mencegah dan mengatasi pencemaran dan perubahan iklim.

Murid dapat menganalisis peran penting daur biogeokimia dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan kelangsungan hidup di bumi.

Menjelaskan peran penting daur biogeokimia dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan kelangsungan hidup di bumi.

Daur Biogeokimia

 

2 JP

 

 

Keterampilan Proses

Secara mandiri, peserta didik dapat mengajukan pertanyaan lebih lanjut untuk memperjelas hasil pengamatan dan membuat prediksi tentang penyelidikan ilmiah.

Murid dapat mengidentifikasi berbagai jenis makhluk hidup (flora dan fauna) yang ada di Indonesia.

Mengidentifikasi secara kepustakaan berbagai jenis makhluk hidup (flora dan fauna) yang ada di Indonesia.

Keistimewaan Keanekaragaman Hayati Indonesia

Lisan dan tulisan

2 JP

 

 

Pemahaman IPA

Pada akhir fase D, Peserta didik mengidentifikasi interaksi antar makhluk hidup dan lingkungannya, serta dapat merancang upaya-upaya mencegah dan mengatasi pencemaran dan perubahan iklim.

Murid dapat menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan tingginya keanekaragaman hayati di Indonesia, seperti iklim tropis dan kondisi geografis

Menjelaskan faktor-faktor yang menyebabkan tingginya keanekaragaman hayati di Indonesia, seperti iklim tropis dan kondisi geografis

Keistimewaan Keanekaragaman Hayati Indonesia

 

2 JP

 

 

Pemahaman IPA

Pada akhir fase D, Peserta didik mengidentifikasi interaksi antar makhluk hidup dan lingkungannya, serta dapat merancang upaya-upaya mencegah dan mengatasi pencemaran dan perubahan iklim.

Murid dapat menjelaskan manfaat keanekaragaman hayati, baik nilai biologis (sumber pangan, obat-obatan, bahan bangunan), nilai ekonomi, nilai ekologi (menjaga keseimbangan ekosistem), nilai pendidikan, maupun nilai sosial budaya.

Menjelaskan manfaat keanekaragaman hayati, baik nilai biologis (sumber pangan, obat-obatan, bahan bangunan), nilai ekonomi, nilai ekologi (menjaga keseimbangan ekosistem), nilai pendidikan, maupun nilai sosial budaya.

Keistimewaan Keanekaragaman Hayati Indonesia

 

2 JP

 

 

Pemahaman IPA

Pada akhir fase D, Peserta didik mengidentifikasi interaksi antar makhluk hidup dan lingkungannya, serta dapat merancang upaya-upaya mencegah dan mengatasi pencemaran dan perubahan iklim.

Murid dapat menjelaskan korelasi antara aktivitas ekonomi seperti deforestasi untuk lahan sawit atau pertambangan dengan kepunahan flora dan fauna lokal.

Menjelaskan korelasi antara aktivitas ekonomi seperti deforestasi untuk lahan sawit atau pertambangan dengan kepunahan flora dan fauna lokal.

Ancaman Terhadap Keanekaragaman Hayati Indonesia

 

2 JP

 

 

Pemahaman IPA

Pada akhir fase D, Peserta didik mengidentifikasi interaksi antar makhluk hidup dan lingkungannya, serta dapat merancang upaya-upaya mencegah dan mengatasi pencemaran dan perubahan iklim.

Murid dapat mejelaskan pola persebaran flora dan fauna di Indonesia sepanjang Garis Wallace dan Weber yang terancam oleh kerusakan ekosistem.

Mejelaskan pola persebaran flora dan fauna di Indonesia sepanjang Garis Wallace dan Weber yang terancam oleh kerusakan ekosistem.

Ancaman Terhadap Keanekaragaman Hayati Indonesia

 

2 JP

 

 

Pemahaman IPA

Pada akhir fase D, Peserta didik mengidentifikasi interaksi antar makhluk hidup dan lingkungannya, serta dapat merancang upaya-upaya mencegah dan mengatasi pencemaran dan perubahan iklim.

Murid dapat menjelaskan pengertian konservasi keanekaragaman hayati sebagai upaya perlindungan, pelestarian, dan pemanfaatan berkelanjutan.

Menjelaskan pengertian konservasi keanekaragaman hayati sebagai upaya perlindungan, pelestarian, dan pemanfaatan berkelanjutan

Pentingnya Konservasi Keanekaragaman Hayati

Lisan dan tulisan

2 JP

 

 

Keterampilan Proses

Secara mandiri, peserta didik dapat mengajukan pertanyaan lebih lanjut untuk memperjelas hasil pengamatan dan membuat prediksi tentang penyelidikan ilmiah.

Murid dapat merinci nilai manfaat keanekaragaman hayati pada bidang biologi, ekonomi, ekologi, sosial, dan pendidikan bagi kelangsungan hidup manusia.

Merinci secara kepustakaan nilai manfaat keanekaragaman hayati pada bidang biologi, ekonomi, ekologi, sosial, dan pendidikan bagi kelangsungan hidup manusia.

Pentingnya Konservasi Keanekaragaman Hayati

 

2 JP

 

 

Pemahaman IPA

Pada akhir fase D, Peserta didik mengidentifikasi interaksi antar makhluk hidup dan lingkungannya, serta dapat merancang upaya-upaya mencegah dan mengatasi pencemaran dan perubahan iklim.

Murid dapat memberikan contoh pelestarian secara In-situ (di dalam habitat asli) dan Ex-situ (di luar habitat asli).

Menjelasan pelestarian secara In-situ (di dalam habitat asli) dan Ex-situ (di luar habitat asli) beserta contohnya.

Pentingnya Konservasi Keanekaragaman Hayati

 

2 JP

 

 

Pemahaman IPA

Pada akhir fase D, Peserta didik mengelaborasikan pemahamannya tentang posisi relatif bumi-bulan-matahari dalam sistem tata surya dan memahami struktur lapisan bumi untuk menjelaskan fenomena alam yang terjadi dalam rangka mitigasi bencana

Murid dapat mengidentifikasi anggota planet dalam dan planet luar.dengan benar.

Mengidentifikasi anggota planet dalam dan planet luar.dengan benar.

Karakteristik Anggota Tata Surya

Lisan dan tulisan

2 JP

 

 

Pemahaman IPA

Pada akhir fase D, Peserta didik mengelaborasikan pemahamannya tentang posisi relatif bumi-bulan-matahari dalam sistem tata surya dan memahami struktur lapisan bumi untuk menjelaskan fenomena alam yang terjadi dalam rangka mitigasi bencana

Murid dapat menjelaskan urutan planet dari yang terdekat hingga terjauh dari Matahari.

Menjelaskan urutan planet dari yang terdekat hingga terjauh dari Matahari.

Karakteristik Anggota Tata Surya

 

2 JP

 

 

Pemahaman IPA

Pada akhir fase D, Peserta didik mengelaborasikan pemahamannya tentang posisi relatif bumi-bulan-matahari dalam sistem tata surya dan memahami struktur lapisan bumi untuk menjelaskan fenomena alam yang terjadi dalam rangka mitigasi bencana

Murid dapat membedakan karakteristik utama setiap planet meliputi ukuran, warna, suhu, atmosfer, periode revolusi dan periode rotasi.

Membedakan karakteristik utama setiap planet meliputi ukuran, warna, suhu, atmosfer, periode revolusi dan periode rotasi.

Karakteristik Anggota Tata Surya

 

2 JP

 

 

Pemahaman IPA

Pada akhir fase D, Peserta didik mengelaborasikan pemahamannya tentang posisi relatif bumi-bulan-matahari dalam sistem tata surya dan memahami struktur lapisan bumi untuk menjelaskan fenomena alam yang terjadi dalam rangka mitigasi bencana

Murid dapat menjelaskan teori pembentukan tata surya.

Menjelaskan teori pembentukan tata surya

Asal Usul Tata Surya

 

2 JP

 

 

Pemahaman IPA

Pada akhir fase D, Peserta didik mengelaborasikan pemahamannya tentang posisi relatif bumi-bulan-matahari dalam sistem tata surya dan memahami struktur lapisan bumi untuk menjelaskan fenomena alam yang terjadi dalam rangka mitigasi bencana

Murid dapat membedakan struktur model Geosentris (Bumi di pusat) yang dipopulerkan Ptolemeus dengan model Heliosentris (Matahari di pusat) yang dicetuskan Copernicus.

Menjelaskan antara struktur model Geosentris (Bumi di pusat) yang dipopulerkan Ptolemeus dengan model Heliosentris (Matahari di pusat) yang dicetuskan Copernicus

Asal Usul Tata Surya

 

2 JP

 

 

Pemahaman IPA

Pada akhir fase D, Peserta didik mengelaborasikan pemahamannya tentang posisi relatif bumi-bulan-matahari dalam sistem tata surya dan memahami struktur lapisan bumi untuk menjelaskan fenomena alam yang terjadi dalam rangka mitigasi bencana

Murid dapat menjelaskan kaitan antara gravitasi Newton dengan hukum gerak planet Hukum Kepler yang mengatur keteraturan sistem tata surya.

Menjelaskan kaitan antara gravitasi Newton dengan hukum gerak planet Hukum Kepler yang mengatur keteraturan sistem tata surya.

Asal Usul Tata Surya

 

2 JP

 

 

Pemahaman IPA

Pada akhir fase D, Peserta didik mengelaborasikan pemahamannya tentang posisi relatif bumi-bulan-matahari dalam sistem tata surya dan memahami struktur lapisan bumi untuk menjelaskan fenomena alam yang terjadi dalam rangka mitigasi bencana

Murid dapat menjelaskan bahwa Matahari adalah bintang, bukan planet, karena menghasilkan energinya sendiri melalui fusi nuklir, berbeda dengan planet yang memantulkan cahaya.

Menjelaskan bahwa Matahari adalah bintang, bukan planet, karena menghasilkan energinya sendiri melalui fusi nuklir, berbeda dengan planet yang memantulkan cahaya.

Matahari Sebagai Bintang

Lisan dan tulisan

2 JP

 

 

Keterampilan Proses

Secara mandiri, peserta didik dapat mengajukan pertanyaan lebih lanjut untuk memperjelas hasil pengamatan dan membuat prediksi tentang penyelidikan ilmiah.

Murid dapat membuat model tata surya sederhana, dan menyajikan informasi tentang Matahari di depan kelas.

Membuat model tata surya sederhana, dan menyajikan informasi tentang Matahari di depan kelas.

Matahari Sebagai Bintang

 

2 JP

 

 

Pemahaman IPA

Pada akhir fase D, Peserta didik mengelaborasikan pemahamannya tentang posisi relatif bumi-bulan-matahari dalam sistem tata surya dan memahami struktur lapisan bumi untuk menjelaskan fenomena alam yang terjadi dalam rangka mitigasi bencana

Murid dapat menganalisis dampak rotasi Bumi dan revolusi Bumi terhadap kehidupan di Bumi.

Menjelaskan dampak rotasi Bumi dan revolusi Bumi terhadap kehidupan di Bumi.

Bumi Sebagai Planet

 

2 JP

 

 

Pemahaman IPA

Pada akhir fase D, Peserta didik mengelaborasikan pemahamannya tentang posisi relatif bumi-bulan-matahari dalam sistem tata surya dan memahami struktur lapisan bumi untuk menjelaskan fenomena alam yang terjadi dalam rangka mitigasi bencana

Murid dapat mengidentifikasi karakteristik bumi sebagai satu-satunya planet yang layak huni, termasuk keberadaan air, atmosfer, dan makhluk hidup.

Menjelaskan karakteristik bumi sebagai satu-satunya planet yang layak huni, termasuk keberadaan air, atmosfer, dan makhluk hidup.

Bumi Sebagai Planet

 

2 JP

 

 

Pemahaman IPA

Pada akhir fase D, Peserta didik mengelaborasikan pemahamannya tentang posisi relatif bumi-bulan-matahari dalam sistem tata surya dan memahami struktur lapisan bumi untuk menjelaskan fenomena alam yang terjadi dalam rangka mitigasi bencana

Murid dapat menjelaskan tiga gerakan Bulan sekaligus, meliputi gerak rotasi pada porosnya, gerak revolusi mengelilingi Bumi, dan gerak revolusi bersama Bumi mengelilingi Matahari.

Menjelaskan tiga gerakan Bulan sekaligus, meliputi gerak rotasi pada porosnya, gerak revolusi mengelilingi Bumi, dan gerak revolusi bersama Bumi mengelilingi Matahari.

Gerakan Bumi dan Bulan Terhadap Matahari

Lisan dan tulisan

2 JP

 

 

Pemahaman IPA

Pada akhir fase D, Peserta didik mengelaborasikan pemahamannya tentang posisi relatif bumi-bulan-matahari dalam sistem tata surya dan memahami struktur lapisan bumi untuk menjelaskan fenomena alam yang terjadi dalam rangka mitigasi bencana

Murid dapat mengidentifikasi dampak rotasi bumi yang mengakibatkan peristiwa siang dan malam, gerak semu harian Matahari, serta perbedaan waktu di berbagai wilayah.

Menjelaskan dampak rotasi bumi yang mengakibatkan peristiwa siang dan malam, gerak semu harian Matahari, serta perbedaan waktu di berbagai wilayah

Gerakan Bumi dan Bulan Terhadap Matahari

 

2 JP

 

 

Pemahaman IPA

Pada akhir fase D, Peserta didik mengelaborasikan pemahamannya tentang posisi relatif bumi-bulan-matahari dalam sistem tata surya dan memahami struktur lapisan bumi untuk menjelaskan fenomena alam yang terjadi dalam rangka mitigasi bencana

Murid dapat menghubungkan gerak revolusi Bumi dengan terjadinya pergantian musim, perubahan lamanya siang dan malam, serta gerak semu tahunan Matahari

Menjelaskan gerak revolusi Bumi dengan terjadinya pergantian musim, perubahan lamanya siang dan malam, serta gerak semu tahunan Matahari

Gerakan Bumi dan Bulan Terhadap Matahari

 

2 JP

 

 

Pemahaman IPA

Pada akhir fase D, Peserta didik mengelaborasikan pemahamannya tentang posisi relatif bumi-bulan-matahari dalam sistem tata surya dan memahami struktur lapisan bumi untuk menjelaskan fenomena alam yang terjadi dalam rangka mitigasi bencana

Murid dapat mengidentifikasi perubahan bentuk wujud Bulan yang tampak dari Bumi akibat kedudukan Bulan terhadap Matahari.

Menjelaskan perubahan bentuk wujud Bulan yang tampak dari Bumi akibat kedudukan Bulan terhadap Matahari.

Gerakan Bumi dan Bulan Terhadap Matahari

 

2 JP

 

 

Pemahaman IPA

Pada akhir fase D, Peserta didik mengelaborasikan pemahamannya tentang posisi relatif bumi-bulan-matahari dalam sistem tata surya dan memahami struktur lapisan bumi untuk menjelaskan fenomena alam yang terjadi dalam rangka mitigasi bencana

Murid dapat menjelaskan peristiwa gerhana matahari dan gerhana bulan.

Menjelaskan peristiwa gerhana matahari dan gerhana bulan.

Gerakan Bumi dan Bulan Terhadap Matahari

 

2 JP

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                                

      Mengetahui,

      Kepala MTs Negeri 2 Lamongan

 

 

     (ASMAN, S. Ag., M. Pd)

     NIP.197306132007101004

 

                                 Lamongan, 2 Januari 2026

 

                                Guru Mata Pelajaran

 

 

                               (MUHAJIR, S. Pd)

                               NIP. 197509272005011002 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar