ANALISIS CAPAIAN PEMBELAJARAN (ACP)
KURIKULUM
BERBASIS CINTA
ILMU PENGETAHUAN ALAM
(IPA)
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
Satuan Pendidikan :
MTs negeri 2 Lamongan
Tahun Pelajaran
: 2025 / 2026
Fase D Kelas/Semester : VII / Genap
|
No |
Capaian Pembelajaran |
Elemen |
Indikator Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (IKTP) |
Tujuan Pembelajaran |
|
1 |
Pada akhir fase D, peserta
didik mampu melakukan klasifikasi makhluk hidup dan benda berdasarkan karakteristik
yang diamati |
Pemahaman IPA |
Murid
dapat mengidentifikasi, mendeskripsikan, dan membandingkan karakteristik
utama yang membedakan makhluk hidup dari benda mati. |
Murid
dapat mengembangkan berpikir kritis, objektif, dan bertanggung jawab dalam
membedakan antara benda tak hidup dan makhluk hidup. |
|
2 |
Secara mandiri, peserta
didik dapat mengajukan pertanyaan lebih lanjut untuk memperjelas hasil
pengamatan dan membuat prediksi tentang penyelidikan ilmiah. |
Keterampilan Proses |
|
Murid
dapat membandingkan dan mengelompokkan objek di sekitar mereka ke dalam
kategori makhluk hidup atau benda mati berdasarkan ciri-ciri yang telah
dipelajari. |
|
3 |
Secara mandiri, peserta
didik dapat mengajukan pertanyaan lebih lanjut untuk memperjelas hasil pengamatan
dan membuat prediksi tentang penyelidikan ilmiah. |
Keterampilan Proses |
|
Murid
dapat melakukan observasi sederhana terhadap spesimen atau gambar untuk
mengidentifikasi ciri-ciri yang terlihat dan melaporkannya secara runtut. |
|
4 |
Secara mandiri, peserta
didik dapat mengajukan pertanyaan lebih lanjut untuk memperjelas hasil
pengamatan dan membuat prediksi tentang penyelidikan ilmiah. |
Keterampilan Proses |
Murid
dapat menganalisis dan memaknai hubungan kekerabatan antar makhluk hidup. |
Murid
dapat melakukan pengelompokan makhluk hidup berdasarkan fungsinya. |
|
5 |
Secara mandiri, peserta
didik dapat mengajukan pertanyaan lebih lanjut untuk memperjelas hasil
pengamatan dan 6membuat prediksi tentang
penyelidikan ilmiah. |
Keterampilan Proses |
|
Murid
dapat melakukan pengelompokan makhluk hidup bedasarkan manfaatnya. |
|
6 |
Pada akhir fase D, peserta
didik mampu melakukan klasifikasi makhluk hidup dan benda berdasarkan
karakteristik yang diamati |
Pemahaman IPA |
|
Murid
dapat menjelaskan secara sederhana hubungan kekerabatan antar makhluk hidup
berdasarkan bagian tubuhnya. |
|
7 |
Pada akhir fase D, peserta
didik mampu melakukan klasifikasi makhluk hidup dan benda berdasarkan
karakteristik yang diamati |
Pemahaman IPA |
Murid
dapat memahami keanekaragaman hayati dan teknik pengelompokannya secara
ilmiah untuk mengetahui kekerabatannya. |
Murid
dapat mengidentifikasi kekerabatan makhluk hidup berdasarkan ciri
morfologinya. |
|
8 |
Pada akhir fase D, peserta
didik mampu melakukan klasifikasi makhluk hidup dan benda berdasarkan
karakteristik yang diamati |
Pemahaman IPA |
|
Murid
dapat mengidentifikasi kekerabatan makhluk hidup berdasarkan ciri anatominya. |
|
9 |
Pada akhir fase D, peserta
didik mampu melakukan klasifikasi makhluk hidup dan benda berdasarkan
karakteristik yang diamati |
Pemahaman IPA |
|
Murid
dapat mengidentifikasi kekerabatan makhluk hidup berdasarkan ciri
bio-kimianya |
|
10 |
Secara mandiri, peserta
didik dapat mengajukan pertanyaan lebih lanjut untuk memperjelas hasil
pengamatan dan membuat prediksi tentang penyelidikan ilmiah. |
Keterampilan Proses |
Murid
dapat membuat kunci determinasi sederhana untuk mengidentifikasi suatu jenis
makhluk hidup. |
Murid
dapat menggunakan kunci dikotom tiap langkah secara benar hingga identitas
organisme berhasil ditentukan. |
|
11 |
Secara mandiri, peserta
didik dapat mengajukan pertanyaan lebih lanjut untuk memperjelas hasil
pengamatan dan membuat prediksi tentang penyelidikan ilmiah. |
Keterampilan Proses |
|
Murid
dapat membuat kunci determinasi sederhana mulai memilih obyek, identifikasi
ciri hingga pemberian urutan nomor dan huruf. |
|
12 |
Pada akhir fase D, peserta
didik mampu melakukan klasifikasi makhluk hidup dan benda berdasarkan
karakteristik yang diamati |
Pemahaman IPA |
Murid
dapat memahami cara pemberian nama ilmiah tiap makhluk hidup di seluruh dunia
untuk menghindari kebingungan. |
Murid
dapat menjelaskan sistem klasifikasi (Taksonomi) oleh Carolus Linnaeus,
termasuk tingkatan takson (Kingdom, Filum/Divisi, Kelas, Ordo, Famili, Genus,
Spesies) dan aturan tata nama binomial nomenklatur. |
|
13 |
Pada akhir fase D, peserta
didik mampu melakukan klasifikasi makhluk hidup dan benda berdasarkan
karakteristik yang diamati |
Pemahaman IPA |
Murid
mendapatkan pemahaman secara komprehensif tentang organisme Monera dan
peranannya pada lingkungan. |
Murid
dapat menjelaskan karakteristik organisme monera. |
|
14 |
Pada akhir fase D, peserta
didik mampu melakukan klasifikasi makhluk hidup dan benda berdasarkan
karakteristik yang diamati |
Pemahaman IPA |
|
Murid
dapat menjelaskan fungsi penting monera sebagai organisme pendaur ulang zat
makanan mineral. |
|
15 |
Pada akhir fase D, peserta
didik mampu melakukan klasifikasi makhluk hidup dan benda berdasarkan
karakteristik yang diamati |
Pemahaman IPA |
|
Murid
dapat menjelaskan menjelaskan reproduksi monera secara aseksual melalui
pembelahan biner atau pertunasan |
|
16 |
Pada akhir fase D, peserta
didik mampu melakukan klasifikasi makhluk hidup dan benda berdasarkan
karakteristik yang diamati |
Pemahaman IPA |
Murid
dapat memahami karakteristik, klasifikasi, dan peran organisme kingdom
Protista dalam ekosistem |
Murid
dapat menjelaskan peran Protista di dasar rantai makanan sebagai produsen
primer (ganggang fotosintetik) dan sumber makanan bagi organisme lain. |
|
17 |
Pada akhir fase D, peserta
didik mampu melakukan klasifikasi makhluk hidup dan benda berdasarkan
karakteristik yang diamati |
Pemahaman IPA |
|
Murid
dapat menjelaskan alasan organisme Protista yang tidak sepenuhnya dapat
dimasukkan ke dalam kategori hewan, tumbuhan, maupun jamur. |
|
18 |
Pada akhir fase D, peserta
didik mampu melakukan klasifikasi makhluk hidup dan benda berdasarkan
karakteristik yang diamati |
Pemahaman IPA |
Murid
dapat mengidentifikasi dan mendeskripsikan struktur dasar jamur, seperti
hifa, miselium, dan tubuh buah, serta memahami fungsi setiap struktur
tersebut. |
Murid
dapat menjelaskan cara jamur memperoleh nutrisi, baik secara saprofit
(pengurai), parasit, maupun simbiosis mutualisme, |
|
19 |
Pada akhir fase D, peserta
didik mampu melakukan klasifikasi makhluk hidup dan benda berdasarkan
karakteristik yang diamati |
Pemahaman IPA |
|
Murid
dapat mendeskripsikan peranan fungi bagi manusian yang dapat dimakan, dan
peranannya dalam produksi makanan (misalnya, roti, tempe, tape) dan
obat-obatan (antibiotik). |
|
20 |
Pada akhir fase D, peserta
didik mampu melakukan klasifikasi makhluk hidup dan benda berdasarkan
karakteristik yang diamati |
Pemahaman IPA |
Murid
dapat memahamami ciri umum (multiseluler, eukariotik, autotrof fotosintesis,
dinding sel selulosa), klasifikasi berdasarkan divisi (lumut, paku, tumbuhan
berbiji), mengidentifikasi organ (akar, batang, daun, bunga, buah, biji),
memahami peranan penting (produsen oksigen dan makanan, obat, bahan
bangunan), serta mampu menjelaskan siklus hidup (metagenesis). |
Murid
dapat menjelaskan perbedaan utama antara kelompok lumut (Bryophyta), paku
(Pteridophyta), dan tumbuhan berbiji (Spermatophyta). |
|
21 |
Pada akhir fase D, peserta
didik mampu melakukan klasifikasi makhluk hidup dan benda berdasarkan
karakteristik yang diamati |
Pemahaman IPA |
|
Murid
dapat menjelaskan manfaat kelompok lumut (Bryophyta), paku (Pteridophyta),
dan tumbuhan berbiji (Spermatophyta) sebagai sumber pangan, obat-obatan,
bahan bangunan, kosmetik, hingga energi. |
|
22 |
Pada akhir fase D, peserta
didik mampu melakukan klasifikasi makhluk hidup dan benda berdasarkan
karakteristik yang diamati |
Pemahaman IPA |
|
Murid
dapat menjelaskan siklus hidup (metagenesis) kelompok lumut (Bryophyta) dan paku
(Pteridophyta). |
|
23 |
Secara mandiri, peserta
didik dapat mengajukan pertanyaan lebih lanjut untuk memperjelas hasil
pengamatan dan membuat prediksi tentang penyelidikan ilmiah. |
Keterampilan Proses |
Murid
dapat memahami ciri-ciri umum hewan (heterotrof, multiseluler, eukariotik),
klasifikasi hewan; Invertebrata (tanpa tulang belakang) dan Vertebrata
(bertulang belakang), pengelompokan berdasarkan struktur tubuh (lapisan
embrionik, simetri tubuh, rongga tubuh), serta pengenalan filum utama dan
perannya dalam ekosistem. |
Murid
dapat mengidentifikasi ciri khas hewan invertebrata (tidak bertulang
belakang) dan vertebrata (bertulang belakang). berdasarkan persamaan dan
perbedaan, seperti lapisan tubuh (diploblastik/triploblastik), rongga tubuh,
simetri, dan reproduksi. |
|
24 |
Pada akhir fase D, peserta
didik mampu melakukan klasifikasi makhluk hidup dan benda berdasarkan
karakteristik yang diamati |
Pemahaman IPA |
|
Murid
dapat menjelaskan klasifikasi hewan invertebrata maupun vertebrata
berdasarkan ciri-ciri seperti lapisan tubuh, rongga tubuh (aselomata,
pseudoselomata, dan selomata), simetri tubuh, dan ada tidaknya tulang
belakang. |
|
25 |
Secara mandiri, peserta
didik dapat mengajukan pertanyaan lebih lanjut untuk memperjelas hasil
pengamatan dan membuat prediksi tentang penyelidikan ilmiah. |
Keterampilan Proses |
|
Murid
dapat membangun dan menemukan kesimpulan tentang peranan Invertebrata dan
Vertebrata dalam ekosistem. |
|
26 |
Pada akhir fase D, Peserta
didik mengidentifikasi interaksi antar makhluk hidup dan lingkungannya, serta
dapat merancang upaya-upaya mencegah dan mengatasi pencemaran dan perubahan
iklim. |
Pemahaman IPA |
Murid
dapat membedakan antara komponen biotik meliputi makhluk hidup seperti
manusia, hewan, tumbuhan, dekomposer dan komponen abiotik meliputi benda tak
hidup seperti air, tanah, udara, cahaya matahari, suhu. |
Murid
dapat mengidentifikasi komponen biotik
meliputi makhluk hidup, seperti manusia, hewan, dan tumbuhan dan
abiotik meliputi benda mati, seperti udara, air, tanah, dan cahaya matahari
dalam suatu ekosistem tertentu. |
|
27 |
Pada akhir fase D, Peserta
didik mengidentifikasi interaksi antar makhluk hidup dan lingkungannya, serta
dapat merancang upaya-upaya mencegah dan mengatasi pencemaran dan perubahan
iklim. |
Pemahaman IPA |
Murid
dapat menguraikan peran masing-masing komponen, misalnya tumbuhan sebagai
produsen atau air sebagai media pendukung kehidupan. |
Murid
dapat menjelaskan interaksi antar komponen ekosistem meliputi hubungan
produsen-konsumen dalam rantai makanan dan jaring-jaring makanan |
|
28 |
Pada akhir fase D, Peserta
didik mengidentifikasi interaksi antar makhluk hidup dan lingkungannya, serta
dapat merancang upaya-upaya mencegah dan mengatasi pencemaran dan perubahan
iklim. |
Pemahaman IPA |
Murid
dapat menganalisis Interaksi timbal balik antara komponen biotik dan abiotik,
serta antar sesama komponen biotik dalam ekosistem. |
|
|
29 |
Pada akhir fase D, Peserta
didik mengidentifikasi interaksi antar makhluk hidup dan lingkungannya, serta
dapat merancang upaya-upaya mencegah dan mengatasi pencemaran dan perubahan
iklim. |
Pemahaman IPA |
Murid
dapat mengidentifikasi dan menjelaskan tingkatan organisasi kehidupan dalam
ekosistem, mulai dari individu, populasi, komunitas, ekosistem, bioma, hingga
biosfer. |
Murid
dapat mengidentifikasi urutan satuan makhluk hidup dari yang paling sederhana
hingga yang paling kompleks |
|
30 |
Pada akhir fase D, Peserta
didik mengidentifikasi interaksi antar makhluk hidup dan lingkungannya, serta
dapat merancang upaya-upaya mencegah dan mengatasi pencemaran dan perubahan
iklim. |
Pemahaman IPA |
|
Murid
dapat menjelaskan berbagai populasi yang hidup bersama dan saling
berinteraksi di suatu wilayah. |
|
31 |
Pada akhir fase D, Peserta
didik mengidentifikasi interaksi antar makhluk hidup dan lingkungannya, serta
dapat merancang upaya-upaya mencegah dan mengatasi pencemaran dan perubahan
iklim. |
Pemahaman IPA |
Murid
dapat mengidentifikasi dan menjelaskan berbagai bentuk interaksi antar
komponen biotik, seperti simbiosis (mutualisme, komensalisme, parasitisme),
predasi, dan kompetisi. |
Murid
dapat Menyebutkan macam-macam interaksi (predasi, kompetisi, simbiosis,
netral). |
|
32 |
Pada akhir fase D, Peserta
didik mengidentifikasi interaksi antar makhluk hidup dan lingkungannya, serta
dapat merancang upaya-upaya mencegah dan mengatasi pencemaran dan perubahan
iklim. |
Pemahaman IPA |
|
Murid
dapat Menjelaskan perbedaan antar jenis interaksi (misalnya: mutualisme vs
parasitisme). |
|
33 |
Pada akhir fase D, Peserta
didik mengidentifikasi interaksi antar makhluk hidup dan lingkungannya, serta
dapat merancang upaya-upaya mencegah dan mengatasi pencemaran dan perubahan
iklim. |
Pemahaman IPA |
Murid
dapat menjelaskan konsep, mengidentifikasi komponen meliputi produsen,
konsumen, pengurai, membedakan keduanya, menganalisis aliran energi, serta
menggambar atau menyajikan skema rantai dan jaring-jaring makanan dengan
tepat, menunjukkan pemahaman tentang interaksi makhluk hidup dalam ekosistem. |
Murid
dapat mengidentifikasi peran setiap makhluk hidup dalam ekosistem, yaitu
sebagai produsen (pembuat makanan sendiri), konsumen (herbivora, karnivora,
omnivora), dan pengurai/dekomposer. |
|
34 |
Pada akhir fase D, Peserta
didik mengidentifikasi interaksi antar makhluk hidup dan lingkungannya, serta
dapat merancang upaya-upaya mencegah dan mengatasi pencemaran dan perubahan
iklim. |
Pemahaman IPA |
Murid
dapat mendeskripsikan proses perpindahan energi dari satu bentuk ke bentuk
energi lainnya di dalam ekosistem, mulai dari produsen, konsumen dan
dekomposer. |
Murid
dapat menjelaskan pengertian
energi dan peranannya dalam kehidupan sehari-hari. |
|
35 |
Pada akhir fase D, Peserta
didik mengidentifikasi interaksi antar makhluk hidup dan lingkungannya, serta
dapat merancang upaya-upaya mencegah dan mengatasi pencemaran dan perubahan
iklim. |
Pemahaman IPA |
|
Murid dapat menjelaskan interaksi antara
komponen biotik (makhluk hidup) dan abiotik (lingkungan tak hidup) serta
dampaknya terhadap aliran energi |
|
36 |
Pada akhir fase D, Peserta
didik mengidentifikasi interaksi antar makhluk hidup dan lingkungannya, serta
dapat merancang upaya-upaya mencegah dan mengatasi pencemaran dan perubahan
iklim. |
Pemahaman IPA |
Murid
dapat menganalisis keseimbangan ekosistem berdasarkan bentuk piramida makanan
(misalnya, piramida yang seimbang berbentuk segitiga dengan jumlah produsen
lebih banyak dari konsumen I, II dan III). |
Murid
dapat Mendeskripsikan arus energi dan siklus materi dalam suatu piramida
makanan. |
|
37 |
Pada akhir fase D, Peserta
didik mengidentifikasi interaksi antar makhluk hidup dan lingkungannya, serta
dapat merancang upaya-upaya mencegah dan mengatasi pencemaran dan perubahan
iklim. |
Pemahaman IPA |
Murid
dapat menjelaskan proses daur biogeokimia utama meliputi air, karbon,
nitrogen, fosfor, sulfur secara ilmiah, termasuk peran komponen biotik dan
abiotik dalam siklus tersebut serta peran penting daur biogeokimia dalam
menjaga keseimbangan ekosistem dan kelangsungan hidup di bumi. |
Murid
dapat menjelaskan konsep dasar daur biogeokimia meliputi daur air, karbon,
nitrogen, fosfor, dan sulfur sesuai dengan prinsip-prinsip sains modern. |
|
38 |
Pada akhir fase D, Peserta
didik mengidentifikasi interaksi antar makhluk hidup dan lingkungannya, serta
dapat merancang upaya-upaya mencegah dan mengatasi pencemaran dan perubahan
iklim. |
Pemahaman IPA |
|
Murid
dapat mengidentifikasi tahapan spesifik dalam setiap siklus biogeokimia. |
|
39 |
Pada akhir fase D, Peserta
didik mengidentifikasi interaksi antar makhluk hidup dan lingkungannya, serta
dapat merancang upaya-upaya mencegah dan mengatasi pencemaran dan perubahan
iklim. |
Pemahaman IPA |
|
Murid
dapat menganalisis peran penting daur biogeokimia dalam menjaga keseimbangan
ekosistem dan kelangsungan hidup di bumi. |
|
40 |
Pada akhir fase D, Peserta
didik mengidentifikasi interaksi antar makhluk hidup dan lingkungannya, serta
dapat merancang upaya-upaya mencegah dan mengatasi pencemaran dan perubahan
iklim. |
Pemahaman IPA |
Murid
dapat mengidentifikasi sebaran flora dan fauna di Indonesia berdasarkan Garis
Wallace dan Garis Weber serta Menganalisis karakteristik unik ekosistem
Indonesia, seperti keunikan hutan hujan tropis. |
Murid
dapat mengidentifikasi berbagai jenis makhluk hidup (flora dan fauna) yang
ada di Indonesia. |
|
41 |
Pada akhir fase D, Peserta
didik mengidentifikasi interaksi antar makhluk hidup dan lingkungannya, serta
dapat merancang upaya-upaya mencegah dan mengatasi pencemaran dan perubahan
iklim. |
Pemahaman IPA |
|
Murid
dapat menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan tingginya keanekaragaman
hayati di Indonesia, seperti iklim tropis dan kondisi geografis |
|
42 |
Pada akhir fase D, Peserta
didik mengidentifikasi interaksi antar makhluk hidup dan lingkungannya, serta
dapat merancang upaya-upaya mencegah dan mengatasi pencemaran dan perubahan
iklim. |
Pemahaman IPA |
|
Murid
dapat menjelaskan manfaat keanekaragaman hayati, baik nilai biologis (sumber
pangan, obat-obatan, bahan bangunan), nilai ekonomi, nilai ekologi (menjaga
keseimbangan ekosistem), nilai pendidikan, maupun nilai sosial budaya. |
|
43 |
Pada akhir fase D, Peserta
didik mengidentifikasi interaksi antar makhluk hidup dan lingkungannya, serta
dapat merancang upaya-upaya mencegah dan mengatasi pencemaran dan perubahan
iklim. |
Pemahaman IPA |
Murid
dapat mengidentifikas faktor-faktor utama penyebab penurunan biodiversitas di
Indonesia, seperti hilangnya habitat alami, perburuan liar, pencemaran
lingkungan, masuknya spesies invasif, dan perubahan iklim. |
Murid
dapat menjelaskan korelasi antara aktivitas ekonomi seperti deforestasi untuk
lahan sawit atau pertambangan dengan kepunahan flora dan fauna lokal. |
|
44 |
Pada akhir fase D, Peserta
didik mengidentifikasi interaksi antar makhluk hidup dan lingkungannya, serta
dapat merancang upaya-upaya mencegah dan mengatasi pencemaran dan perubahan
iklim. |
Pemahaman IPA |
|
Murid
mejelaskan pola persebaran flora dan fauna di Indonesia sepanjang Garis
Wallace dan Weber yang terancam oleh kerusakan ekosistem. |
|
45 |
Pada akhir fase D, Peserta
didik mengidentifikasi interaksi antar makhluk hidup dan lingkungannya, serta
dapat merancang upaya-upaya mencegah dan mengatasi pencemaran dan perubahan
iklim. |
Pemahaman IPA |
Murid
dapat menjelaskan fungsi dan manfaat keanekaragaman hayati bagi kehidupan
manusia dan stabilitas ekosistem meliputi nilai ekologi, ekonomi, dan
estetika. Menganalisis ancaman atau permasalahan yang mengancam
keanekaragaman hayati seperti deforestasi, perburuan liar, dan polusi dan
Mengidentifikasi upaya-upaya pelestarian keanekaragaman hayati, baik secara
in situ (di habitat asli) maupun ex situ (di luar habitat asli) beserta
contohnya. |
Murid
dapat menjelaskan pengertian konservasi keanekaragaman hayati sebagai upaya
perlindungan, pelestarian, dan pemanfaatan berkelanjutan. |
|
46 |
Pada akhir fase D, Peserta
didik mengidentifikasi interaksi antar makhluk hidup dan lingkungannya, serta
dapat merancang upaya-upaya mencegah dan mengatasi pencemaran dan perubahan
iklim. |
Pemahaman IPA |
|
Murid
dapat merinci nilai manfaat keanekaragaman hayati pada bidang biologi,
ekonomi, ekologi, sosial, dan pendidikan bagi kelangsungan hidup manusia. |
|
47 |
Pada akhir fase D, Peserta
didik mengidentifikasi interaksi antar makhluk hidup dan lingkungannya, serta
dapat merancang upaya-upaya mencegah dan mengatasi pencemaran dan perubahan
iklim. |
Pemahaman IPA |
|
Murid
dapat memberikan contoh pelestarian secara In-situ (di dalam habitat asli)
dan Ex-situ (di luar habitat asli). |
|
48 |
Pada akhir fase D, Peserta
didik mengelaborasikan pemahamannya tentang posisi relatif
bumi-bulan-matahari dalam sistem tata surya dan memahami struktur lapisan
bumi untuk menjelaskan fenomena alam yang terjadi dalam rangka mitigasi
bencana. |
Pemahaman IPA |
Murid
dapat mengidentifikasi, membedakan, dan menjelaskan ciri-ciri Matahari,
planet (dalam: Merkurius, Venus, Bumi, Mars; luar: Jupiter, Saturnus, Uranus,
Neptunus), satelit, asteroid, komet, serta memahami konsep dasar seperti
orbit, rotasi, dan revolusi, yang diukur melalui pengetahuan faktual,
konseptual, dan keterampilan berpikir kritis. |
Murid
dapat Mengidentifikasi anggota planet dalam dan planet luar.dengan benar. |
|
49 |
Pada akhir fase D, Peserta
didik mengelaborasikan pemahamannya tentang posisi relatif
bumi-bulan-matahari dalam sistem tata surya dan memahami struktur lapisan
bumi untuk menjelaskan fenomena alam yang terjadi dalam rangka mitigasi
bencana. |
Pemahaman IPA |
|
Murid
dapat menjelaskan urutan planet dari yang terdekat hingga terjauh dari
Matahari. |
|
50 |
Pada akhir fase D, Peserta
didik mengelaborasikan pemahamannya tentang posisi relatif
bumi-bulan-matahari dalam sistem tata surya dan memahami struktur lapisan
bumi untuk menjelaskan fenomena alam yang terjadi dalam rangka mitigasi
bencana. |
Pemahaman IPA |
|
Murid
dapat membedakan karakteristik utama setiap planet meliputi ukuran, warna,
suhu, atmosfer, periode revolusi dan periode rotasi. |
|
51 |
Pada akhir fase D, Peserta
didik mengelaborasikan pemahamannya tentang posisi relatif
bumi-bulan-matahari dalam sistem tata surya dan memahami struktur lapisan
bumi untuk menjelaskan fenomena alam yang terjadi dalam rangka mitigasi
bencana. |
Pemahaman IPA |
Murid
dapat membandingkan perbedaan mendasar antara satu teori dengan teori lainnya
(misalnya, perbedaan proses antara Teori Nebula yang berasal dari gas panas
dengan Teori Planetesimal yang melibatkan tarikan gravitasi bintang lain). |
Murid
dapat menjelaskan teori pembentukan tata surya. |
|
52 |
Pada akhir fase D, Peserta
didik mengelaborasikan pemahamannya tentang posisi relatif
bumi-bulan-matahari dalam sistem tata surya dan memahami struktur lapisan
bumi untuk menjelaskan fenomena alam yang terjadi dalam rangka mitigasi
bencana. |
Pemahaman IPA |
|
Murid
dapat membedakan struktur model Geosentris (Bumi di pusat) yang dipopulerkan
Ptolemeus dengan model Heliosentris (Matahari di pusat) yang dicetuskan
Copernicus. |
|
53 |
Pada akhir fase D, Peserta
didik mengelaborasikan pemahamannya tentang posisi relatif
bumi-bulan-matahari dalam sistem tata surya dan memahami struktur lapisan
bumi untuk menjelaskan fenomena alam yang terjadi dalam rangka mitigasi
bencana. |
Pemahaman IPA |
|
Murid
dapat menjelaskan kaitan antara gravitasi Newton dengan hukum gerak planet
Hukum Kepler yang mengatur keteraturan sistem tata surya. |
|
54 |
Pada akhir fase D, Peserta
didik mengelaborasikan pemahamannya tentang posisi relatif
bumi-bulan-matahari dalam sistem tata surya dan memahami struktur lapisan
bumi untuk menjelaskan fenomena alam yang terjadi dalam rangka mitigasi
bencana. |
Pemahaman IPA |
Murid
dapat menjelaskan alasan Matahari diklasifikasikan sebagai bintang, karena
kemampuannya memancarkan cahaya sendiri melalui reaksi fusi nuklir di intinya
dan juga mempelajari struktur lapisan-lapisan Matahari. |
Murid
dapat menjelaskan bahwa Matahari adalah bintang, bukan planet, karena
menghasilkan energinya sendiri melalui fusi nuklir, berbeda dengan planet
yang memantulkan cahaya. |
|
55 |
Pada akhir fase D, Peserta
didik mengelaborasikan pemahamannya tentang posisi relatif
bumi-bulan-matahari dalam sistem tata surya dan memahami struktur lapisan
bumi untuk menjelaskan fenomena alam yang terjadi dalam rangka mitigasi
bencana. |
Pemahaman IPA |
|
Murid
dapat membuat model tata surya sederhana, dan menyajikan informasi tentang
Matahari di depan kelas. |
|
56 |
Pada akhir fase D, Peserta
didik mengelaborasikan pemahamannya tentang posisi relatif
bumi-bulan-matahari dalam sistem tata surya dan memahami struktur lapisan
bumi untuk menjelaskan fenomena alam yang terjadi dalam rangka mitigasi
bencana. |
Pemahaman IPA |
Murid
dapat mengilustrasikan konsep rotasi dan revolusi Bumi, melalui model atau
gambar dan menyampaikan informasi tentang fenomena alam akibat gerakan Bumi,
baik secara lisan maupun tulisan di depan kelas. |
Murid
dapat menganalisis dampak rotasi Bumi dan revolusi Bumi terhadap kehidupan di
Bumi. |
|
57 |
Pada akhir fase D, Peserta
didik mengelaborasikan pemahamannya tentang posisi relatif
bumi-bulan-matahari dalam sistem tata surya dan memahami struktur lapisan
bumi untuk menjelaskan fenomena alam yang terjadi dalam rangka mitigasi
bencana. |
Pemahaman IPA |
|
Murid
dapat mengidentifikasi karakteristik bumi sebagai satu-satunya planet yang
layak huni, termasuk keberadaan air, atmosfer, dan makhluk hidup. |
|
58 |
Pada akhir fase D, Peserta
didik mengelaborasikan pemahamannya tentang posisi relatif
bumi-bulan-matahari dalam sistem tata surya dan memahami struktur lapisan
bumi untuk menjelaskan fenomena alam yang terjadi dalam rangka mitigasi
bencana. |
Pemahaman IPA |
Murid
dapat menjelaskan tentang rotasi dan revolusi Bumi, gerakan Bulan
mengelilingi Bumi, serta dampaknya seperti pergantian siang-malam, gerhana
matahari dan bulan, perubahan musim, dan pasang surut air laut. |
Murid
dapat menjelaskan tiga gerakan Bulan sekaligus, meliputi gerak rotasi pada
porosnya, gerak revolusi mengelilingi Bumi, dan gerak revolusi bersama Bumi
mengelilingi Matahari. |
|
59 |
Pada akhir fase D, Peserta
didik mengelaborasikan pemahamannya tentang posisi relatif
bumi-bulan-matahari dalam sistem tata surya dan memahami struktur lapisan
bumi untuk menjelaskan fenomena alam yang terjadi dalam rangka mitigasi
bencana. |
Pemahaman IPA |
|
Murid
dapat mengidentifikasi dampak rotasi bumi yang mengakibatkan peristiwa siang
dan malam, gerak semu harian Matahari, serta perbedaan waktu di berbagai
wilayah. |
|
60 |
Pada akhir fase D, Peserta
didik mengelaborasikan pemahamannya tentang posisi relatif
bumi-bulan-matahari dalam sistem tata surya dan memahami struktur lapisan
bumi untuk menjelaskan fenomena alam yang terjadi dalam rangka mitigasi
bencana. |
Pemahaman IPA |
|
Murid
dapat menghubungkan gerak revolusi Bumi dengan terjadinya pergantian musim,
perubahan lamanya siang dan malam, serta gerak semu tahunan Matahari |
|
61 |
Pada akhir fase D, Peserta
didik mengelaborasikan pemahamannya tentang posisi relatif bumi-bulan-matahari
dalam sistem tata surya dan memahami struktur lapisan bumi untuk menjelaskan
fenomena alam yang terjadi dalam rangka mitigasi bencana. |
Pemahaman IPA |
|
Murid
dapat mengidentifikasi perubahan bentuk wujud Bulan yang tampak dari Bumi
akibat kedudukan Bulan terhadap Matahari. |
|
62 |
Pada akhir fase D, Peserta
didik mengelaborasikan pemahamannya tentang posisi relatif
bumi-bulan-matahari dalam sistem tata surya dan memahami struktur lapisan
bumi untuk menjelaskan fenomena alam yang terjadi dalam rangka mitigasi
bencana. |
Pemahaman IPA |
|
Murid
dapat menjelaskan peristiwa gerhana matahari dan gerhana bulan. |
|
|
|
|
|
|
|
Mengetahui, Kepala MTs
Negeri 2 Lamongan (ASMAN, S. Ag., M. Pd) NIP.197306132007101004 |
|
Lamongan,
2 Januari 2026 Guru Mata
Pelajaran (MUHAJIR, S. Pd) NIP. 197509272005011002 |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar