Pendidikan

April 09, 2026

Analisis Capaian Pembelajaran (CP) IPA kelas 7 Semester Genap Kurikulum Berbasis Cinta (KBC)

ANALISIS CAPAIAN PEMBELAJARAN (ACP)

KURIKULUM BERBASIS CINTA

ILMU PENGETAHUAN ALAM (IPA)

 


Mata Pelajaran                         :  Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)

Satuan Pendidikan                :  MTs negeri 2 Lamongan

Tahun Pelajaran                      :  2025 / 2026

Fase D Kelas/Semester         :  VII  / Genap

 

 

No

Capaian Pembelajaran

Elemen

Indikator Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (IKTP)

Tujuan Pembelajaran

1

Pada akhir fase D, peserta didik mampu melakukan klasifikasi makhluk hidup dan benda berdasarkan karakteristik yang diamati

Pemahaman IPA

Murid dapat mengidentifikasi, mendeskripsikan, dan membandingkan karakteristik utama yang membedakan makhluk hidup dari benda mati.

Murid dapat mengembangkan berpikir kritis, objektif, dan bertanggung jawab dalam membedakan antara benda tak hidup dan makhluk hidup.

2

Secara mandiri, peserta didik dapat mengajukan pertanyaan lebih lanjut untuk memperjelas hasil pengamatan dan membuat prediksi tentang penyelidikan ilmiah.

Keterampilan Proses

 

Murid dapat membandingkan dan mengelompokkan objek di sekitar mereka ke dalam kategori makhluk hidup atau benda mati berdasarkan ciri-ciri yang telah dipelajari.

3

Secara mandiri, peserta didik dapat mengajukan pertanyaan lebih lanjut untuk memperjelas hasil pengamatan dan membuat prediksi tentang penyelidikan ilmiah.

Keterampilan Proses

 

Murid dapat melakukan observasi sederhana terhadap spesimen atau gambar untuk mengidentifikasi ciri-ciri yang terlihat dan melaporkannya secara runtut.

4

Secara mandiri, peserta didik dapat mengajukan pertanyaan lebih lanjut untuk memperjelas hasil pengamatan dan membuat prediksi tentang penyelidikan ilmiah.

Keterampilan Proses

Murid dapat menganalisis dan memaknai hubungan kekerabatan antar makhluk hidup.

Murid dapat melakukan pengelompokan makhluk hidup berdasarkan fungsinya.

5

Secara mandiri, peserta didik dapat mengajukan pertanyaan lebih lanjut untuk memperjelas hasil pengamatan dan 6membuat prediksi tentang penyelidikan ilmiah.

Keterampilan Proses

 

Murid dapat melakukan pengelompokan makhluk hidup bedasarkan manfaatnya.

6

Pada akhir fase D, peserta didik mampu melakukan klasifikasi makhluk hidup dan benda berdasarkan karakteristik yang diamati

Pemahaman IPA

 

Murid dapat menjelaskan secara sederhana hubungan kekerabatan antar makhluk hidup berdasarkan bagian tubuhnya.

7

Pada akhir fase D, peserta didik mampu melakukan klasifikasi makhluk hidup dan benda berdasarkan karakteristik yang diamati

Pemahaman IPA

Murid dapat memahami keanekaragaman hayati dan teknik pengelompokannya secara ilmiah untuk mengetahui kekerabatannya.

Murid dapat mengidentifikasi kekerabatan makhluk hidup berdasarkan ciri morfologinya.

8

Pada akhir fase D, peserta didik mampu melakukan klasifikasi makhluk hidup dan benda berdasarkan karakteristik yang diamati

Pemahaman IPA

 

Murid dapat mengidentifikasi kekerabatan makhluk hidup berdasarkan ciri anatominya.

9

Pada akhir fase D, peserta didik mampu melakukan klasifikasi makhluk hidup dan benda berdasarkan karakteristik yang diamati

Pemahaman IPA

 

Murid dapat mengidentifikasi kekerabatan makhluk hidup berdasarkan ciri bio-kimianya

10

Secara mandiri, peserta didik dapat mengajukan pertanyaan lebih lanjut untuk memperjelas hasil pengamatan dan membuat prediksi tentang penyelidikan ilmiah.

Keterampilan Proses

Murid dapat membuat kunci determinasi sederhana untuk mengidentifikasi suatu jenis makhluk hidup.

Murid dapat menggunakan kunci dikotom tiap langkah secara benar hingga identitas organisme berhasil ditentukan.

11

Secara mandiri, peserta didik dapat mengajukan pertanyaan lebih lanjut untuk memperjelas hasil pengamatan dan membuat prediksi tentang penyelidikan ilmiah.

Keterampilan Proses

 

Murid dapat membuat kunci determinasi sederhana mulai memilih obyek, identifikasi ciri hingga pemberian urutan nomor dan huruf.

12

Pada akhir fase D, peserta didik mampu melakukan klasifikasi makhluk hidup dan benda berdasarkan karakteristik yang diamati

Pemahaman IPA

Murid dapat memahami cara pemberian nama ilmiah tiap makhluk hidup di seluruh dunia untuk menghindari kebingungan.

Murid dapat menjelaskan sistem klasifikasi (Taksonomi) oleh Carolus Linnaeus, termasuk tingkatan takson (Kingdom, Filum/Divisi, Kelas, Ordo, Famili, Genus, Spesies) dan aturan tata nama binomial nomenklatur.

13

Pada akhir fase D, peserta didik mampu melakukan klasifikasi makhluk hidup dan benda berdasarkan karakteristik yang diamati

Pemahaman IPA

Murid mendapatkan pemahaman secara komprehensif tentang organisme Monera dan peranannya pada lingkungan.

Murid dapat menjelaskan karakteristik organisme monera.

14

Pada akhir fase D, peserta didik mampu melakukan klasifikasi makhluk hidup dan benda berdasarkan karakteristik yang diamati

Pemahaman IPA

 

Murid dapat menjelaskan fungsi penting monera sebagai organisme pendaur ulang zat makanan mineral.

15

Pada akhir fase D, peserta didik mampu melakukan klasifikasi makhluk hidup dan benda berdasarkan karakteristik yang diamati

Pemahaman IPA

 

Murid dapat menjelaskan menjelaskan reproduksi monera secara aseksual melalui pembelahan biner atau pertunasan

16

Pada akhir fase D, peserta didik mampu melakukan klasifikasi makhluk hidup dan benda berdasarkan karakteristik yang diamati

Pemahaman IPA

Murid dapat memahami karakteristik, klasifikasi, dan peran organisme kingdom Protista dalam ekosistem

Murid dapat menjelaskan peran Protista di dasar rantai makanan sebagai produsen primer (ganggang fotosintetik) dan sumber makanan bagi organisme lain.

17

Pada akhir fase D, peserta didik mampu melakukan klasifikasi makhluk hidup dan benda berdasarkan karakteristik yang diamati

Pemahaman IPA

 

Murid dapat menjelaskan alasan organisme Protista yang tidak sepenuhnya dapat dimasukkan ke dalam kategori hewan, tumbuhan, maupun jamur.

18

Pada akhir fase D, peserta didik mampu melakukan klasifikasi makhluk hidup dan benda berdasarkan karakteristik yang diamati

Pemahaman IPA

Murid dapat mengidentifikasi dan mendeskripsikan struktur dasar jamur, seperti hifa, miselium, dan tubuh buah, serta memahami fungsi setiap struktur tersebut.

Murid dapat menjelaskan cara jamur memperoleh nutrisi, baik secara saprofit (pengurai), parasit, maupun simbiosis mutualisme,

19

Pada akhir fase D, peserta didik mampu melakukan klasifikasi makhluk hidup dan benda berdasarkan karakteristik yang diamati

Pemahaman IPA

 

Murid dapat mendeskripsikan peranan fungi bagi manusian yang dapat dimakan, dan peranannya dalam produksi makanan (misalnya, roti, tempe, tape) dan obat-obatan (antibiotik).

20

Pada akhir fase D, peserta didik mampu melakukan klasifikasi makhluk hidup dan benda berdasarkan karakteristik yang diamati

Pemahaman IPA

Murid dapat memahamami ciri umum (multiseluler, eukariotik, autotrof fotosintesis, dinding sel selulosa), klasifikasi berdasarkan divisi (lumut, paku, tumbuhan berbiji), mengidentifikasi organ (akar, batang, daun, bunga, buah, biji), memahami peranan penting (produsen oksigen dan makanan, obat, bahan bangunan), serta mampu menjelaskan siklus hidup (metagenesis).

Murid dapat menjelaskan perbedaan utama antara kelompok lumut (Bryophyta), paku (Pteridophyta), dan tumbuhan berbiji (Spermatophyta).

21

Pada akhir fase D, peserta didik mampu melakukan klasifikasi makhluk hidup dan benda berdasarkan karakteristik yang diamati

Pemahaman IPA

 

Murid dapat menjelaskan manfaat kelompok lumut (Bryophyta), paku (Pteridophyta), dan tumbuhan berbiji (Spermatophyta) sebagai sumber pangan, obat-obatan, bahan bangunan, kosmetik, hingga energi.

22

Pada akhir fase D, peserta didik mampu melakukan klasifikasi makhluk hidup dan benda berdasarkan karakteristik yang diamati

Pemahaman IPA

 

Murid dapat menjelaskan siklus hidup (metagenesis) kelompok lumut (Bryophyta) dan paku (Pteridophyta).

23

Secara mandiri, peserta didik dapat mengajukan pertanyaan lebih lanjut untuk memperjelas hasil pengamatan dan membuat prediksi tentang penyelidikan ilmiah.

Keterampilan Proses

Murid dapat memahami ciri-ciri umum hewan (heterotrof, multiseluler, eukariotik), klasifikasi hewan; Invertebrata (tanpa tulang belakang) dan Vertebrata (bertulang belakang), pengelompokan berdasarkan struktur tubuh (lapisan embrionik, simetri tubuh, rongga tubuh), serta pengenalan filum utama dan perannya dalam ekosistem.

Murid dapat mengidentifikasi ciri khas hewan invertebrata (tidak bertulang belakang) dan vertebrata (bertulang belakang). berdasarkan persamaan dan perbedaan, seperti lapisan tubuh (diploblastik/triploblastik), rongga tubuh, simetri, dan reproduksi. 

24

Pada akhir fase D, peserta didik mampu melakukan klasifikasi makhluk hidup dan benda berdasarkan karakteristik yang diamati

Pemahaman IPA

 

Murid dapat menjelaskan klasifikasi hewan invertebrata maupun vertebrata berdasarkan ciri-ciri seperti lapisan tubuh, rongga tubuh (aselomata, pseudoselomata, dan selomata), simetri tubuh, dan ada tidaknya tulang belakang.

25

Secara mandiri, peserta didik dapat mengajukan pertanyaan lebih lanjut untuk memperjelas hasil pengamatan dan membuat prediksi tentang penyelidikan ilmiah.

Keterampilan Proses

 

Murid dapat membangun dan menemukan kesimpulan tentang peranan Invertebrata dan Vertebrata dalam ekosistem.

26

Pada akhir fase D, Peserta didik mengidentifikasi interaksi antar makhluk hidup dan lingkungannya, serta dapat merancang upaya-upaya mencegah dan mengatasi pencemaran dan perubahan iklim.

 

Pemahaman IPA

Murid dapat membedakan antara komponen biotik meliputi makhluk hidup seperti manusia, hewan, tumbuhan, dekomposer dan komponen abiotik meliputi benda tak hidup seperti air, tanah, udara, cahaya matahari, suhu.

Murid dapat mengidentifikasi komponen biotik  meliputi makhluk hidup, seperti manusia, hewan, dan tumbuhan dan abiotik meliputi benda mati, seperti udara, air, tanah, dan cahaya matahari dalam suatu ekosistem tertentu.

27

Pada akhir fase D, Peserta didik mengidentifikasi interaksi antar makhluk hidup dan lingkungannya, serta dapat merancang upaya-upaya mencegah dan mengatasi pencemaran dan perubahan iklim.

Pemahaman IPA

Murid dapat menguraikan peran masing-masing komponen, misalnya tumbuhan sebagai produsen atau air sebagai media pendukung kehidupan.

Murid dapat menjelaskan interaksi antar komponen ekosistem meliputi hubungan produsen-konsumen dalam rantai makanan dan jaring-jaring makanan

28

Pada akhir fase D, Peserta didik mengidentifikasi interaksi antar makhluk hidup dan lingkungannya, serta dapat merancang upaya-upaya mencegah dan mengatasi pencemaran dan perubahan iklim.

Pemahaman IPA

Murid dapat menganalisis Interaksi timbal balik antara komponen biotik dan abiotik, serta antar sesama komponen biotik dalam ekosistem.

 

29

Pada akhir fase D, Peserta didik mengidentifikasi interaksi antar makhluk hidup dan lingkungannya, serta dapat merancang upaya-upaya mencegah dan mengatasi pencemaran dan perubahan iklim.

Pemahaman IPA

Murid dapat mengidentifikasi dan menjelaskan tingkatan organisasi kehidupan dalam ekosistem, mulai dari individu, populasi, komunitas, ekosistem, bioma, hingga biosfer.

Murid dapat mengidentifikasi urutan satuan makhluk hidup dari yang paling sederhana hingga yang paling kompleks

30

Pada akhir fase D, Peserta didik mengidentifikasi interaksi antar makhluk hidup dan lingkungannya, serta dapat merancang upaya-upaya mencegah dan mengatasi pencemaran dan perubahan iklim.

Pemahaman IPA

 

Murid dapat menjelaskan berbagai populasi yang hidup bersama dan saling berinteraksi di suatu wilayah.

31

Pada akhir fase D, Peserta didik mengidentifikasi interaksi antar makhluk hidup dan lingkungannya, serta dapat merancang upaya-upaya mencegah dan mengatasi pencemaran dan perubahan iklim.

Pemahaman IPA

Murid dapat mengidentifikasi dan menjelaskan berbagai bentuk interaksi antar komponen biotik, seperti simbiosis (mutualisme, komensalisme, parasitisme), predasi, dan kompetisi.

Murid dapat Menyebutkan macam-macam interaksi (predasi, kompetisi, simbiosis, netral).

32

Pada akhir fase D, Peserta didik mengidentifikasi interaksi antar makhluk hidup dan lingkungannya, serta dapat merancang upaya-upaya mencegah dan mengatasi pencemaran dan perubahan iklim.

Pemahaman IPA

 

Murid dapat Menjelaskan perbedaan antar jenis interaksi (misalnya: mutualisme vs parasitisme).

33

Pada akhir fase D, Peserta didik mengidentifikasi interaksi antar makhluk hidup dan lingkungannya, serta dapat merancang upaya-upaya mencegah dan mengatasi pencemaran dan perubahan iklim.

 

Pemahaman IPA

Murid dapat menjelaskan konsep, mengidentifikasi komponen meliputi produsen, konsumen, pengurai, membedakan keduanya, menganalisis aliran energi, serta menggambar atau menyajikan skema rantai dan jaring-jaring makanan dengan tepat, menunjukkan pemahaman tentang interaksi makhluk hidup dalam ekosistem.

Murid dapat mengidentifikasi peran setiap makhluk hidup dalam ekosistem, yaitu sebagai produsen (pembuat makanan sendiri), konsumen (herbivora, karnivora, omnivora), dan pengurai/dekomposer.

34

Pada akhir fase D, Peserta didik mengidentifikasi interaksi antar makhluk hidup dan lingkungannya, serta dapat merancang upaya-upaya mencegah dan mengatasi pencemaran dan perubahan iklim.

Pemahaman IPA

Murid dapat mendeskripsikan proses perpindahan energi dari satu bentuk ke bentuk energi lainnya di dalam ekosistem, mulai dari produsen, konsumen dan dekomposer.

Murid dapat menjelaskan pengertian energi dan peranannya dalam kehidupan sehari-hari.

35

Pada akhir fase D, Peserta didik mengidentifikasi interaksi antar makhluk hidup dan lingkungannya, serta dapat merancang upaya-upaya mencegah dan mengatasi pencemaran dan perubahan iklim.

Pemahaman IPA

 

Murid dapat menjelaskan interaksi antara komponen biotik (makhluk hidup) dan abiotik (lingkungan tak hidup) serta dampaknya terhadap aliran energi

36

Pada akhir fase D, Peserta didik mengidentifikasi interaksi antar makhluk hidup dan lingkungannya, serta dapat merancang upaya-upaya mencegah dan mengatasi pencemaran dan perubahan iklim.

Pemahaman IPA

Murid dapat menganalisis keseimbangan ekosistem berdasarkan bentuk piramida makanan (misalnya, piramida yang seimbang berbentuk segitiga dengan jumlah produsen lebih banyak dari konsumen I, II dan III).

Murid dapat Mendeskripsikan arus energi dan siklus materi dalam suatu piramida makanan.

37

Pada akhir fase D, Peserta didik mengidentifikasi interaksi antar makhluk hidup dan lingkungannya, serta dapat merancang upaya-upaya mencegah dan mengatasi pencemaran dan perubahan iklim.

 

Pemahaman IPA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Murid dapat menjelaskan proses daur biogeokimia utama meliputi air, karbon, nitrogen, fosfor, sulfur secara ilmiah, termasuk peran komponen biotik dan abiotik dalam siklus tersebut serta peran penting daur biogeokimia dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan kelangsungan hidup di bumi.

Murid dapat menjelaskan konsep dasar daur biogeokimia meliputi daur air, karbon, nitrogen, fosfor, dan sulfur sesuai dengan prinsip-prinsip sains modern.

38

Pada akhir fase D, Peserta didik mengidentifikasi interaksi antar makhluk hidup dan lingkungannya, serta dapat merancang upaya-upaya mencegah dan mengatasi pencemaran dan perubahan iklim.

Pemahaman IPA

 

Murid dapat mengidentifikasi tahapan spesifik dalam setiap siklus biogeokimia. 

39

Pada akhir fase D, Peserta didik mengidentifikasi interaksi antar makhluk hidup dan lingkungannya, serta dapat merancang upaya-upaya mencegah dan mengatasi pencemaran dan perubahan iklim.

Pemahaman IPA

 

Murid dapat menganalisis peran penting daur biogeokimia dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan kelangsungan hidup di bumi.

40

Pada akhir fase D, Peserta didik mengidentifikasi interaksi antar makhluk hidup dan lingkungannya, serta dapat merancang upaya-upaya mencegah dan mengatasi pencemaran dan perubahan iklim.

 

Pemahaman IPA

Murid dapat mengidentifikasi sebaran flora dan fauna di Indonesia berdasarkan Garis Wallace dan Garis Weber serta Menganalisis karakteristik unik ekosistem Indonesia, seperti keunikan hutan hujan tropis.

Murid dapat mengidentifikasi berbagai jenis makhluk hidup (flora dan fauna) yang ada di Indonesia.

41

Pada akhir fase D, Peserta didik mengidentifikasi interaksi antar makhluk hidup dan lingkungannya, serta dapat merancang upaya-upaya mencegah dan mengatasi pencemaran dan perubahan iklim.

Pemahaman IPA

 

Murid dapat menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan tingginya keanekaragaman hayati di Indonesia, seperti iklim tropis dan kondisi geografis

42

Pada akhir fase D, Peserta didik mengidentifikasi interaksi antar makhluk hidup dan lingkungannya, serta dapat merancang upaya-upaya mencegah dan mengatasi pencemaran dan perubahan iklim.

Pemahaman IPA

 

Murid dapat menjelaskan manfaat keanekaragaman hayati, baik nilai biologis (sumber pangan, obat-obatan, bahan bangunan), nilai ekonomi, nilai ekologi (menjaga keseimbangan ekosistem), nilai pendidikan, maupun nilai sosial budaya.

43

Pada akhir fase D, Peserta didik mengidentifikasi interaksi antar makhluk hidup dan lingkungannya, serta dapat merancang upaya-upaya mencegah dan mengatasi pencemaran dan perubahan iklim.

 

Pemahaman IPA

Murid dapat mengidentifikas faktor-faktor utama penyebab penurunan biodiversitas di Indonesia, seperti hilangnya habitat alami, perburuan liar, pencemaran lingkungan, masuknya spesies invasif, dan perubahan iklim.

Murid dapat menjelaskan korelasi antara aktivitas ekonomi seperti deforestasi untuk lahan sawit atau pertambangan dengan kepunahan flora dan fauna lokal.

44

Pada akhir fase D, Peserta didik mengidentifikasi interaksi antar makhluk hidup dan lingkungannya, serta dapat merancang upaya-upaya mencegah dan mengatasi pencemaran dan perubahan iklim.

 

Pemahaman IPA

 

Murid mejelaskan pola persebaran flora dan fauna di Indonesia sepanjang Garis Wallace dan Weber yang terancam oleh kerusakan ekosistem.

45

Pada akhir fase D, Peserta didik mengidentifikasi interaksi antar makhluk hidup dan lingkungannya, serta dapat merancang upaya-upaya mencegah dan mengatasi pencemaran dan perubahan iklim.

 

Pemahaman IPA

Murid dapat menjelaskan fungsi dan manfaat keanekaragaman hayati bagi kehidupan manusia dan stabilitas ekosistem meliputi nilai ekologi, ekonomi, dan estetika. Menganalisis ancaman atau permasalahan yang mengancam keanekaragaman hayati seperti deforestasi, perburuan liar, dan polusi dan Mengidentifikasi upaya-upaya pelestarian keanekaragaman hayati, baik secara in situ (di habitat asli) maupun ex situ (di luar habitat asli) beserta contohnya.

Murid dapat menjelaskan pengertian konservasi keanekaragaman hayati sebagai upaya perlindungan, pelestarian, dan pemanfaatan berkelanjutan.

46

Pada akhir fase D, Peserta didik mengidentifikasi interaksi antar makhluk hidup dan lingkungannya, serta dapat merancang upaya-upaya mencegah dan mengatasi pencemaran dan perubahan iklim.

Pemahaman IPA

 

Murid dapat merinci nilai manfaat keanekaragaman hayati pada bidang biologi, ekonomi, ekologi, sosial, dan pendidikan bagi kelangsungan hidup manusia.

47

Pada akhir fase D, Peserta didik mengidentifikasi interaksi antar makhluk hidup dan lingkungannya, serta dapat merancang upaya-upaya mencegah dan mengatasi pencemaran dan perubahan iklim.

Pemahaman IPA

 

Murid dapat memberikan contoh pelestarian secara In-situ (di dalam habitat asli) dan Ex-situ (di luar habitat asli).

48

Pada akhir fase D, Peserta didik mengelaborasikan pemahamannya tentang posisi relatif bumi-bulan-matahari dalam sistem tata surya dan memahami struktur lapisan bumi untuk menjelaskan fenomena alam yang terjadi dalam rangka mitigasi bencana.

 

Pemahaman IPA

Murid dapat mengidentifikasi, membedakan, dan menjelaskan ciri-ciri Matahari, planet (dalam: Merkurius, Venus, Bumi, Mars; luar: Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus), satelit, asteroid, komet, serta memahami konsep dasar seperti orbit, rotasi, dan revolusi, yang diukur melalui pengetahuan faktual, konseptual, dan keterampilan berpikir kritis.

Murid dapat Mengidentifikasi anggota planet dalam dan planet luar.dengan benar.

49

Pada akhir fase D, Peserta didik mengelaborasikan pemahamannya tentang posisi relatif bumi-bulan-matahari dalam sistem tata surya dan memahami struktur lapisan bumi untuk menjelaskan fenomena alam yang terjadi dalam rangka mitigasi bencana.

Pemahaman IPA

 

Murid dapat menjelaskan urutan planet dari yang terdekat hingga terjauh dari Matahari.

50

Pada akhir fase D, Peserta didik mengelaborasikan pemahamannya tentang posisi relatif bumi-bulan-matahari dalam sistem tata surya dan memahami struktur lapisan bumi untuk menjelaskan fenomena alam yang terjadi dalam rangka mitigasi bencana.

Pemahaman IPA

 

Murid dapat membedakan karakteristik utama setiap planet meliputi ukuran, warna, suhu, atmosfer, periode revolusi dan periode rotasi.

51

Pada akhir fase D, Peserta didik mengelaborasikan pemahamannya tentang posisi relatif bumi-bulan-matahari dalam sistem tata surya dan memahami struktur lapisan bumi untuk menjelaskan fenomena alam yang terjadi dalam rangka mitigasi bencana.

Pemahaman IPA

Murid dapat membandingkan perbedaan mendasar antara satu teori dengan teori lainnya (misalnya, perbedaan proses antara Teori Nebula yang berasal dari gas panas dengan Teori Planetesimal yang melibatkan tarikan gravitasi bintang lain).

Murid dapat menjelaskan teori pembentukan tata surya.

52

Pada akhir fase D, Peserta didik mengelaborasikan pemahamannya tentang posisi relatif bumi-bulan-matahari dalam sistem tata surya dan memahami struktur lapisan bumi untuk menjelaskan fenomena alam yang terjadi dalam rangka mitigasi bencana.

Pemahaman IPA

 

Murid dapat membedakan struktur model Geosentris (Bumi di pusat) yang dipopulerkan Ptolemeus dengan model Heliosentris (Matahari di pusat) yang dicetuskan Copernicus.

53

Pada akhir fase D, Peserta didik mengelaborasikan pemahamannya tentang posisi relatif bumi-bulan-matahari dalam sistem tata surya dan memahami struktur lapisan bumi untuk menjelaskan fenomena alam yang terjadi dalam rangka mitigasi bencana.

Pemahaman IPA

 

Murid dapat menjelaskan kaitan antara gravitasi Newton dengan hukum gerak planet Hukum Kepler yang mengatur keteraturan sistem tata surya.

54

Pada akhir fase D, Peserta didik mengelaborasikan pemahamannya tentang posisi relatif bumi-bulan-matahari dalam sistem tata surya dan memahami struktur lapisan bumi untuk menjelaskan fenomena alam yang terjadi dalam rangka mitigasi bencana.

Pemahaman IPA

Murid dapat menjelaskan alasan Matahari diklasifikasikan sebagai bintang, karena kemampuannya memancarkan cahaya sendiri melalui reaksi fusi nuklir di intinya dan juga mempelajari struktur lapisan-lapisan Matahari.

Murid dapat menjelaskan bahwa Matahari adalah bintang, bukan planet, karena menghasilkan energinya sendiri melalui fusi nuklir, berbeda dengan planet yang memantulkan cahaya.

55

Pada akhir fase D, Peserta didik mengelaborasikan pemahamannya tentang posisi relatif bumi-bulan-matahari dalam sistem tata surya dan memahami struktur lapisan bumi untuk menjelaskan fenomena alam yang terjadi dalam rangka mitigasi bencana.

Pemahaman IPA

 

Murid dapat membuat model tata surya sederhana, dan menyajikan informasi tentang Matahari di depan kelas.

56

Pada akhir fase D, Peserta didik mengelaborasikan pemahamannya tentang posisi relatif bumi-bulan-matahari dalam sistem tata surya dan memahami struktur lapisan bumi untuk menjelaskan fenomena alam yang terjadi dalam rangka mitigasi bencana.

Pemahaman IPA

Murid dapat mengilustrasikan konsep rotasi dan revolusi Bumi, melalui model atau gambar dan menyampaikan informasi tentang fenomena alam akibat gerakan Bumi, baik secara lisan maupun tulisan di depan kelas.

Murid dapat menganalisis dampak rotasi Bumi dan revolusi Bumi terhadap kehidupan di Bumi.

57

Pada akhir fase D, Peserta didik mengelaborasikan pemahamannya tentang posisi relatif bumi-bulan-matahari dalam sistem tata surya dan memahami struktur lapisan bumi untuk menjelaskan fenomena alam yang terjadi dalam rangka mitigasi bencana.

Pemahaman IPA

 

Murid dapat mengidentifikasi karakteristik bumi sebagai satu-satunya planet yang layak huni, termasuk keberadaan air, atmosfer, dan makhluk hidup.

58

Pada akhir fase D, Peserta didik mengelaborasikan pemahamannya tentang posisi relatif bumi-bulan-matahari dalam sistem tata surya dan memahami struktur lapisan bumi untuk menjelaskan fenomena alam yang terjadi dalam rangka mitigasi bencana.

Pemahaman IPA

Murid dapat menjelaskan tentang rotasi dan revolusi Bumi, gerakan Bulan mengelilingi Bumi, serta dampaknya seperti pergantian siang-malam, gerhana matahari dan bulan, perubahan musim, dan pasang surut air laut.

Murid dapat menjelaskan tiga gerakan Bulan sekaligus, meliputi gerak rotasi pada porosnya, gerak revolusi mengelilingi Bumi, dan gerak revolusi bersama Bumi mengelilingi Matahari.

59

Pada akhir fase D, Peserta didik mengelaborasikan pemahamannya tentang posisi relatif bumi-bulan-matahari dalam sistem tata surya dan memahami struktur lapisan bumi untuk menjelaskan fenomena alam yang terjadi dalam rangka mitigasi bencana.

Pemahaman IPA

 

Murid dapat mengidentifikasi dampak rotasi bumi yang mengakibatkan peristiwa siang dan malam, gerak semu harian Matahari, serta perbedaan waktu di berbagai wilayah.

60

Pada akhir fase D, Peserta didik mengelaborasikan pemahamannya tentang posisi relatif bumi-bulan-matahari dalam sistem tata surya dan memahami struktur lapisan bumi untuk menjelaskan fenomena alam yang terjadi dalam rangka mitigasi bencana.

Pemahaman IPA

 

Murid dapat menghubungkan gerak revolusi Bumi dengan terjadinya pergantian musim, perubahan lamanya siang dan malam, serta gerak semu tahunan Matahari

61

Pada akhir fase D, Peserta didik mengelaborasikan pemahamannya tentang posisi relatif bumi-bulan-matahari dalam sistem tata surya dan memahami struktur lapisan bumi untuk menjelaskan fenomena alam yang terjadi dalam rangka mitigasi bencana.

Pemahaman IPA

 

Murid dapat mengidentifikasi perubahan bentuk wujud Bulan yang tampak dari Bumi akibat kedudukan Bulan terhadap Matahari.

62

Pada akhir fase D, Peserta didik mengelaborasikan pemahamannya tentang posisi relatif bumi-bulan-matahari dalam sistem tata surya dan memahami struktur lapisan bumi untuk menjelaskan fenomena alam yang terjadi dalam rangka mitigasi bencana.

 

Pemahaman IPA

 

Murid dapat menjelaskan peristiwa gerhana matahari dan gerhana bulan.

 

 

 

 

 

 

 

      Mengetahui,

      Kepala MTs Negeri 2 Lamongan

 

 

 

     (ASMAN, S. Ag., M. Pd)

     NIP.197306132007101004

 

         Lamongan, 2 Januari 2026

 

         Guru Mata Pelajaran

 

 

 

         (MUHAJIR, S. Pd)

         NIP. 197509272005011002 

 

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar