Pendidikan

September 16, 2025

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Lengkap

 

                               MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENGGUNAKAN 

ALAT MIKROSKOP MELALUI MODEL PEMBELAJARAN

DIRECT INSTRUCTION PADA SISWA KELAS IX

DI MTs. MUHAMMADIYAH  PACIRAN LAMONGAN

 

 

Disusun Dalam Rangka Pengembangan Profesi Guru

 

 

OLEH :

MUHAJIR, S.Pd

NIP. 197509272005011002

 

 

KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN LAMONGAN

MTs. MUHAMMADIYAH 

PACIRAN LAMONGAN

TAHUN 2014/2015

 

 

 

 

 

 

LEMBARAN PENGESAHAN

 

I.          JUDUL   :      MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENGGUNAKAN

ALAT MIKROSKOP MELALUI MODEL PEMBELAJARAN

DIRECT INSTRUCTION PADA SISWA KELAS IX

DI MTs. MUHAMMADIYAH 09 WERU PACIRAN LAMONGAN

__________________________________________________________________

II.        IDENTITAS PENELITI :

Nama                                    :       MUHAJIR, S.Pd

NIP                                       :       197509272005011002

Gol/Ruang                            :       III/d

Unit Kerja                            :       DPK Di MTs. Muhammadiyah  

_____________________________________________________________________

III.      LOKASI PENELITIAN  :         MTs.Muhammadiyah

__________________________________________________________________

IV.      LAMA PENELITIAN      :        1   bulan  ( 10 September – 10 Oktober 2014  )

____________________________________________________________________

V.        BIAYA PENELITIAN     :        Mandiri

________________________________________________________________

Lamongan, 24 Oktober 2014

Peneliti,

 

    MUHAJIR, S.Pd

NIP: 197509272005011002

Mengetahui/Mengesahkan

Kepala Madrasah

 

 

 

 

A B S T R A K

Muhajir, 2014, Meningkatkan Keterampilan Menggunakan Alat Mikroskop Melalui Model Pembelajaran Direct Instruction, Penelitian Tindakan Kelas (PTK).

 

Kata-kata kunci : Mikroskop, Model Pembelajaran Direct Instruction, Benda ukuran Mikroskopis, Pengetahuan deklaratif, Pengetahuan Prosedural, Latihan terbimbing, Latihan Lanjutan.

 

Kurikulum KTSP mata pelajaran IPA yang berlaku di tingkat Madrasah Tsanawiyah saat ini terdapat sejumlah materi ajar yang menuntut para siswa melaksanakan tugas praktek mengamati suatu obyek menggunakan alat mikroskop. Siswa diharuskan mampu mengamati gejala-gejala kehidupan mulai dari tingkat sel, tingkat jaringan hingga sistem organ secara baik.

Tujuan PTK ini adalah 1. Memiliki gambaran model pembelajaran direct intruction dapat meningkatkan keterampilan siswa kelas IX  dalam menggunakan alat mikroskop secara benar. 2. Mengidentifikasi model pembelajaran direct intruction dapat memperbaiki konsep yang salah pada siswa kelas IX dalam menggunakan alat mikroskop.

Subyek penerima tindakan adalah seluruh siswa kelas IX semester gasal tahun pelajaran 2014/2015 di MTs. Muhammadiyah 09 Weru kecamatan paciran kabupaten lamongan. 

Metode pengumpulan data yang dilakukan peneliti bersama guru mitra kolaborasi pada PTK ini melalui pencatatan hasil di lapangan meliputi tahap perencanaan, tahap tindakan, tahap observasi, dan tahap refleksi sampai dengan siklus III. Data yang sudah diperoleh dianalisis bersama-sama berdasarkan kajian pustaka dan interpretasi berdasarkan pengalaman guru.

Hasil PTK ini adalah 1. Keterampilan siswa menggunakan alat mikroskop selama proses pembelajaran dengan model direct instruction dapat muncul dan menunjukkan peningkatan yang baik. 2. Aktivitas siswa untuk mengkonstruksikan pengetahuan mereka sendiri mulai dari sikap siswa saat pembelajaran hingga pembuatan hasil laporan praktikum menunjukkan peningkatan yang signifikan. 

 

KATA PENGANTAR

 

Dengan mengucap syukur alhamdulillah kehadirat Allah SWT.  karena atas pertolonganNya maka PTK ini dapat kami selesaikan dengan baik dan lancar, sekaligus melaporkan PTK ini dalam bentuk karya tulis ilmiah.

Laporan PTK ini disusun untuk diajukan kepada Tim Penilai Pengembangan Profesi jabatan guru, yang sesuai dengan : 1. Undang‐Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.  2. Undang‐Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Dan 3. Peraturan Pemerintah Nomor 74 tahun 2008 tentang Guru.

Kepada kepala madrasah MTs. Muhammadiyah 09 Weru dan semua guru di MTs. Muhammadiyah 09 Weru, khususnya guru mitra kolaborasi, kami sampaikan terima kasih atas segala motivasi, pertolongan dan partisipasinya dalam pembuatan PTK ini.

Demikian laopran PTK ini kami susun dengan sesungguhnya, semoga bermanfaat. Amin.

Lamongan, 25 OKTOBER 2014

Penulis,

 

       MUHAJIR, S.Pd

NIP. 197509272005011002

DAFTAR ISI

 

                                                                                                                        Halaman

HALAMAN JUDUL ................................................................................................. i

HALAMAN PENGESAHAN ................................................................................... ii

ABSTRAK ................................................................................................................ iii

KATA PENGANTAR .............................................................................................. iv

DAFTAR ISI ............................................................................................................. v

 

BAB I  :   PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah ................................................................................. 1

B.     Identifikasi Masalah ........................................................................................ 3

C.     Rumusan Masalah .......................................................................................... 4

D.    Tujuan Penelitian ............................................................................................ 4

E.     Hipotesis Penelitian ........................................................................................ 5

F.      Manfaat Hasil Penelitian ................................................................................. 5

 

BAB II  :   KAJIAN PUSTAKA

A.    Mikroskop ........................................................................................................ 6

A. 1. Macam-macam Mikroskop ...................................................................... 7

A.  2. Bagian-bagian Mikroskop ....................................................................... 8

A. 3. Cara Menggunakan Mikroskop ............................................................. 10

A. 4. Cara Menyimpan Mikroskop Secara Aman .......................................... 11

A. 5. Cara Membuat Preparat (Specimen) .................................................... 12

B.  Model Pembelajaran Direct Instruction .......................................................... 12

B.1. Sintaks Model Pembelajaran Direct Instruction ..................................... 14

 

BAB III  :   METODE PENELITIAN

A.    Obyek Tindakan ............................................................................................ 16

B.     Setting Lokasi Dan Subyek Penelitian .......................................................... 16

C.     Metode Pengumpulan Data .......................................................................... 17

D.    Metode Analisis Data .................................................................................... 17

 

BAB IV  :    HASIL PENELITIAN

A.    Gambaran Seting Penelitian ......................................................................... 18

B.     Penjelasan Tiap Tahapan (Siklus) ................................................................ 19

C.     Proses Analisis Data ..................................................................................... 23

D.    Pembahasan Dan Pengambilan Kesimpulan ............................................... 32

 

BAB V  :    KESIMPULAN DAN SARAN

A.    Kesimpulan ................................................................................................... 38

B.     Saran ............................................................................................................ 38

 

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................. 39

LAMPIRAN .............................................................................................................. 40

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

A.     Latar Belakang Masalah.

Dalam sebuah proses pembelajaran faktor guru, siswa, materi ajar, media pembelajaran, metode pembelajaran dan lingkungan belajar sangat mempengaruhi terhadap kualitas kegiatan proses belajar mengajar yang sedang diklaksanakan. Tidak berkembangnya salah satu faktor saja akan berdampak pada hasil belajar siswa. Umpama, dalam mencapai tujuan instruksional pembelajaran, seorang guru kurang tepat memilih strategi pembelajaran yang dirancangnya, maka dapat berpengaruh pada pemahaman siswa. Dengan demikian ketidakmaksimalan pemahaman materi ajar yang diterima oleh siswa bukan karena semata-mata faktor siswanya. Melainkan bisa datang dari faktor gurunya. Sebagaimana Chabibah (2006) mengatakan bahwa melalui pemilihan dan pengelolaan strategi pembelajaran yang tepat, efektif dan efisien merupakan awal keberhasilan suatu pembelajaran, sehingga mampu meningkatkan prestasi belajar siswa.

Kurikulum KTSP mata pelajaran IPA yang berlaku di tingkat Madrasah Tsanawiyah saat ini terdapat sejumlah materi ajar yang menuntut para siswa melaksanakan tugas praktek mengamati suatu obyek yang berukuran mikro yang tidak kasat mata sehingga membutuhkan alat bantu seperti alat mikroskop.

 Masalahnya adalah jika alat mikroskop sudah tersedia di laboratorium madarasah, apakah siswa kelas IX madrasah Tsanawiyah muhammadiyah 09 weru paciran mempunyai keterampilan menggunakan alat mikroskop secara baik dan benar.

Mempelajari alat mikroskop secara baik dan benar tidak cukup hanya secara konvensional seperti cukup melihat gambarnya saja. Perlu menghadirkan alat mikroskop asli secara nyata di hadapan para siswa. Begitu juga dalam menjelaskan bagian-bagian mikroskop beserta fungsinya tidak bisa secara teoritis. Karena bisa berdampak salah persepsi pada tingkat pemahaman konsep. Dan apabila kesalahan konsep sudah terjadi pada siswa, maka akan berdampak kurang baik pada pengalaman dan pemahaman konsep belajar siswa selanjutnya. 

Berawal dari permasalahan ini maka perlu dicarikan sebuah model pembelajaran yang efektif dan komprehensif dalam mempelajari alat mikroskop. Diantaranya adalah menggunakan model pembelajaran direct intruction. Karena pada model pembelajaran direct intruction terkandung keseimbangan antara penguatan pengetahuan deklaratif dan pengetahuan prosedural, yang memungkinkan siswa akan lebih mudah belajar. Dan di dalam pembelajaran direct intruction diberikan latihan secara terbimbing.  Selanjutnya pemahaman siswa akan dicek melalui umpan balik serta diberikan kesempatan untuk pelatihan lanjutan dan penerapannya.  

   

B.     Identifikasi Masalah.

Bahwasanya model pembelajaran konvensional (teoritis dan ceramah) tidak relevan digunakan untuk meningkatkan keterampilan dan hasil belajar siswa dalam menggunakan alat mikroskop secara komprehensif, karena kemungkinan besar dapat menimbulkan salah pemahaman konsep. Sebab untuk mempelajari alat mikroskop perlu menghadirkan alat mikroskop asli secara nyata di hadapan para siswa. Alat tersebut tidak bisa digantikan dengan gambar, karena dapat menimbulkan pemahaman yang over laping pada kognisi siswa.

Pemlihan Model pembelajaran direct intruction karena di dalamnya terkandung keseimbangan antara penguatan pengetahuan deklaratif dan pengetahuan prosedural secara terbimbing, sehingga belajar lebih efektif, efisien dan menyenangkan.

C.     Rumusan Masalah.

Adapun rumusan masalahnya adalah sebagai berikut:

1. Apakah menggunakan model pembelajaran direct intruction dapat meningkatkan keterampilan siswa kelas IX dalam menggunakan alat mikroskop secara benar? 

2.  Sejauh manakah model pembelajaran direct intruction dapat meningkatkan hasil prestasi siswa dalam menggunakan alat mikroskop?

 

 

D.    Tujuan Penelitian.

Tujuan penelitian ini adalah:

1. Memiliki gambaran model pembelajaran direct intruction dapat meningkatkan keterampilan siswa kelas IX dalam menggunakan alat mikroskop secara benar.

2.  Mengidentifikasi model pembelajaran direct intruction dapat meningkatkan hasil prestasi  siswa kelas IX dalam menggunakan alat mikroskop.

E.     Hipotesis Penelitian.

Hipotesis penelitian ini adalah:

1. Jika model pembelajaran direct intruction digunakan maka keterampilan  menggunakan alat mikroskop siswa kelas IX dapat meningkat.

2.  Jika model pembelajaran direct intruction digunakan maka konsep yang salah pada siswa kelas IX dalam menggunakan alat mikroskop dapat diperbaiki.

F.     Manfaat Hasil Penelitian.

Hasil penelitian ini sangat bermanfaat bagi pengelolaan pembelajaran, khususnya bagi guru yang mengajar IPA tingkat SLTP/MTs, yaitu:

1. Memiliki gambaran tentang model pembelajaran direct intruction dapat meningkatkan keterampilan siswa kelas IX dalam menggunakan alat mikroskop secara efektif dan efisien.

2. Dapat mengidentifikasi sejauh mana model pembelajaran direct intruction dapat memperbaiki konsep yang salah pada siswa kelas IX dalam menggunakan alat mikroskop.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

 

A.     Mikroskop.

Pada abad ke-16 seorang ilmuwan Belanda bernama Antonie Van Leewenhoek menemukan suatu alat yang dapat melihat benda atau makhluk hidup yang berukuran sangat kecil (mikkroskopis) yang tidak terlihat oleh mata biasa menjadi dapat terlihat dengan jelas. Alat tersebut diberi nama mikroskop. Mikroskop adalah suatu alat yang digunakan untuk melihat benda atau makhluk hidup berukuran sangat kecil (mikroskopis) yang tidak terlihat oleh mata biasa. Melalui mikroskop bayangan benda atau makhluk hidup yang sangat kecil dapat diperbesar ratusan kali lipat dari ukuran benda aslinya.  

Mikroskop yang sering digunakan di sekolah adalah mikroskop monokuler atau disebut juga mikroskop cahaya. Kata monokuler berasal dari bahasa latin, yaitu mono yang artinya satu dan oculus yang artinya mata. Benda atau obyek (preparat) yang akan diamati menggunakan mikroskop ini harus memiliki ukuran yang tipis dan transparan, sehingga preparat yang akan diamati tersebut dapat ditembus oleh cahaya. Apabila obyek (preparat) yang akan diamati berukuran tebal, maka gambar bayangan yang dihasilkan menjadi kurang baik.  Sehingga berpengaruh terhadap kualitas pengamatan. 

A.1. Macam-macam Mikroskop.

Macam-macam mikroskop yang sering digunakan adalah:

1.     Mikroskop Biologi

                       Mikroskop biologi digunakan untuk mengamati benda yang berukuran tipis dan transparan. Dalam pemakaiannya sampel benda yang akan diamati (specimen) harus disayat sangat tipis agar benda tersebut dapat ditembus oleh cahaya, sehingga gambar yang diperoleh tampak jelas saat diamati di bawah mikroskop.

2.      Mikroskop Stereo

Mikroskop stereo digunakan untuk mengamati permukaan obyek yang tebal dan tidak transparan. Dengan mikroskop stereo hasil gambar yang diperoleh lebih jelas. Seperti saat mengamati permukaan kulit cacing yang masih hidup atau hewan yang lain. Dimana permukaan tubuhnya tebal dan tidak tembus cahaya. Obyek yang memiliki karakteristik demikian dapat dilihat secara jelas dengan menggunakan mikroskop stereo.

3. Mikroskop Elektron

Mikroskop elektron ditemukan pada tahun 1960, mempunyai daya resolusi atau kemapuan daya beda mata yang jauh lebih baik dari mikroskop cahaya. Dapat memperbesar obyek sampai 45 juta kali dam dapat mengamati preparat hidup maupun preparat mati. Biasanya miokroskop ini digunakan diperguruan tinggi.

A.2. Bagian-bagian Mikroskop.

Bagian mikroskop terdiri dari dua bagian, yaitu:

1.     Bagian Mekanik.

      Pada bagian mekanik terdiri dari:

a.  Kaki mikroskop, berfungsi untuk menyangga mikroskop

b.  Sendi inklinasi, berfungsi sebagai penghubung antara kaki dengan lengan   mikroskop, sehingga dapat diatur sedemikian rupa sudut kemiringan mikroskop menjadikan nyaman saat digunakan.

c.   Pengatur kondensor, berfungsi untuk menaik-turunkan kondensor.

d.  Kondensor, berfungsi untuk menfokuskan cahaya ke benda yang sedang diamati.

e.  Lengan mikroskop, berfungsi sebagai pegangan mikroskop.

f.   Engsel penggerak, berfungsi sebagai penghubung lengan dengan kaki mikroskop.

g.  Meja preparat, berfungsi untuk meletakkan preparat yang akan diamati.

h.  Diafragma, berfungsi untuk mengatur banyak sedikit sinar yang dipantulkan cermin menuju mata.

i.    Penjepit preparat (pemegang sediaan), berfungsi untuk menjepit preparat agar tidak mudah bergeser.

j.    Tabung (Tubulus), berfungsi untuk menghubungkan antara lensa obyektif dengan lensa okuler.

k.  Revolver, berfungsi untuk tempat lensa obyektif.

l.    Sekrup pemutar kasar, berfungsi untuk menggerakkan tabung mikroskop secara cepat dari atas ke bawah atau sebaliknya.

m. Sekrup pemutar halus, berfungsi untuk menggerakkan tabung ke arah atas dan bawah atau sebaliknya secara lambat. Alat ini dipakai jika obyek telah terfokus dengan pemutar kasar.

2.     Bagian Optik.

Pada bagian optik terdiri dari:

a.  Cermin, yaitu terdiri dari cermin datar dan cermin cekung. Cermin berfungsi untuk mencari, mengumpulkan dan memantulkan sinar ke arah preparat yang diamati. Cermin datar digunakan saat sumber cahaya terang. Cermin cekung digunakan saat cahaya kurang terang.

b.  Lensa obyektif, berfungsi untuk memperbesar bayangan obyek dari ukuran semula. Terletak di revolver.

c.   Lensa okuler, berfungsi untuk memperbesar bayangan obyek dari ukuran semula. Terletak di ujung atas tabung (tubulus).

A.3. Cara Menggunakan Mikroskop.

1.  Menemukan Lapang Pandang Dengan Mengatur Penyinaran.

     Untuk menghasilkan lapang pandang adalah dengan mengatur cermin sedemikian rupa sambil mata mengintip ke lensa okuler. Memastikan sinar yang dipantulkan oleh cermin masuk ke diafragma terpantul secara optimal.

 

 

2.  Mengatur Fokus Mikroskop Dengan Perbesaran Lemah.

     Letakkan preparat di atas meja peparat, bila perlu dijepit dengan penjepit preparat. Gunakan lensa obyektif dengan perbesaran 40 kali, dan lensa okuler dengan perbesaran 10 kali. Tabung mikroskop diturunkan dengan pemutar kasar secara hati-hati hingga posisi lensa obyektif sangat dekat dengan permukaan preparat, namun tidak sampai menyentuhnya. Kemudian intip melalui lensa okuler dan putarlah ke arah depan  pemutar kasar mikroskop secara perlahan-lahan hingga obyek terlihat jelas. Setelah obyek tampak, putar pemutar halus ke arah depan atau ke arah belakang sehingga mendapatkan bayangan obyek yang diamati tampak jelas dan fokus.  

3.  Mengatur Fokus Mikroskop Dengan Perbesaran Kuat.

     Untuk medapatkan perbesaran bayangan obyek yang kuat, dapat dilakukan dengan mengubah lensa obyektif yang menepel pada revolver. Putarlah revolver sampai terdengar suara berdetak (klik). Lensa obyektif yang dipilih berkekuatan perbesaran 50 atau 100 kali. Putarlah pemutar halus ke arah depan atau ke arah belakang sehingga mendapatkan bayangan obyek yang diamati tampak jelas dan fokus.  

 

 

A.4. Cara Menyimpan Mikroskop Secara Aman.

Setelah mikroskop selesai digunakan, aturlah mikroskop dengan posisi siap disimpan dengan cara sebagai berikut:

1.  Tabung mikroskop dinaikkan, dengan cara memutar pemutar kasar ke arah belakang.

2.  Preparat yang terletak di atas meja sediaan diambil.

3.  Lensa obyektif terlemah diturunkan serendah-rendahnya dengan cara memutar pemutar kasar mikroskop ke arah depan. Pastikan posisi lensa obyektif persis masuk pada lubang meja mikroskop.

4.  Diafragma ditutup kembali.

5.  Kondensor diturunkan dengan cara memutar ke arah belakang pengatur kondensor.

6.  Cermin diatur dalam posisi tegak.

7.  Angkatlah mikroskop dengan hati-hati, dimana posisi tangan kanan memegang lengan mikroskop dan tangan kiri menopang kaki mikroskop.

8.  Masukkan mikroskop ke tempatnya dan dikunci.

A.5. Cara Membuat Preparat (Specimen).

1.  Membuat Preparat Tanpa Sayatan.

     Untuk membuat preparat basah tanpa sayatan, misalnya saat pengamatan mikroorganisme yang ada dalam air. Caranya adalah air yang akan diamati diambil menggunakan pipet tetes. Tempatkan satu tetas air yang diambil menggunakan pipet tersebut pada kaca obyektif. Tutuplah kaca obyek dengan kaca penutup obyek. Mikroorganisme yang ada dalam air siap diamati.

2.  Membuat Preparat Dengan Sayatan.

     Membuat preparat dengan sayatan, misalnya saat pengamatan bagian organ tubuh organisme, seperti daun, batang, akar, otot dan lain-lain. Caranya adalah menyayat organ yang dimaksud setipis mungkin agar benda tersebut tampak jelas saat diamati di bawah mikroskop. Untuk membuat sayatan yang baik dan tipis dapat menggunakan alat iris yang disebut pisau mikrotom. Tetapi apabila tidak memiliki dapat menggunakan silet yang tajam.

B.    Model Pembelajaran Direct Instruction.

Strategi model pembelajaran direct instruction mengandung penguatan pengetahuan deklaratif dan prosedural. Pengetahuan deklaratif adalah pengetahuan tentang sesuatu, dapat berupa fakta, konsep, prinsip atau generalisasi. Sedangkan pengetahuan prosedural adalah pengetahuan tentang bagaimana melaksanakan sesuatu. Meskipun tujuan pembelajaran model pembelajaran direct instruction dapat direncanakan bersama oleh guru dan siswa, namun model pembelajaran ini tetap memposisikan guru sebagai pusat informasi berbagai latar belakang pengetahuan dan petunjuk berlatih keterampilan. Sehingga seyogyanya saat guru menggunakan model pembelajaran ini harus menguasai konsep secara baik dan menyediakan berbagai media pembelajaran yang sesuai, misalnya, tape recorder, gambar, alat peragaan dan sebagainya.

Pembelajaran direct instruction perlu perencanaan dan pelaksanaan yang sangat berhati-hati di pihak guru. Agar efektif maka diperlukan rumusan pembelajaran yang sangat jelas dan rinci tentang isi konsep, keterampilan, demonstrasi dan perhatian saat menerima umpan balik. Sistem pengelolaan pembelajaran yang dilakukan oleh guru harus menjamin terjadinya proses belajar yang efektif pada siswa, terutama melalui pengamatan, mendengarkan dan resitasi (tanya jawab) yang terencana. Ini tidak berarti guru melaksanakan pembelajaran yang bersifat otoriter, kaku dan tanpa humor. Melainkan pembelajaran yang berorientasi pada tugas yang memungkinkan siswa dapat belajar dengan nyaman dalam mencapai hasil belajar yang baik.

B.1. Sintaks Model Pembelajaran Direct Instruction.

Tujuh langkah Sintaks Model Pembelajaran Direct Instruction

1.  Menyampaikan tujuan pembelajaran dan mempersiapkan siswa.

     Dalam tahap ini guru menyampaikan TPK, informasi latar belakang pembelajaran, pentingnya pelajaran, menformulasikan hal-hal yang harus dipelajari, kinerja siswa yang diharapkan dan menyiapkan siswa. 

2.  Mereview pengetahuan dan keterampilan prasyarat.

     Guru mengajukan pertanyaan untuk mengungkap pengetahuan dan keterampilan awal yang telah dikuasai oleh siswa.

3.  Menyampaikan materi pelajaran dan mendemonstrasikan keterampilan.

    Guru menyampaikan materi, menyajikan informasi, memberikan contoh-contoh dan mendemonstrasikan keterampilan dengan benar tahap demi tahap secara urut.

4.  Melaksanakan bimbingan.

    Guru merencanakan dan memberi bimbingan awal, dengan cara mengajukan pertanyaan untuk menilai tingkat pemahaman siswa dan mengoreksi kesalahan konsep.

5.  Memberikan latihan terbimbing.

    Guru memberikan latihan awal dengan cara memberikan kesempatan kepada siswa untuk melatih keterampilannya atau menggunakan informasi baru secara individu ataupun secara kelompok yang masih tetap dalam pengawasan guru.

6.  Mengecek pemahaman, menilai kinerja siswa dan memberi umpan balik.

    Guru mengecek apakah siswa telah berhasil melakukan tugas dengan baik. Guru juga memberikan review terhadap hal-hal yang telah dilakukan oleh siswa dan memberikan umpan balik serta respon siswa. Jika diperlukan, harus ada pengulangan keterampilan.

7.  Memberikan kesempatan latihan lanjutan dan penerapannya.

    Guru dapat memberikan tugas mandiri secara individu atau secara kelompok kepada siswa untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilanya terhadap materi yang kompleks yag telah mereka pelajari, khususnya penerapan pada kehidupan sehari-hari.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

METODE PENELITIAN

 

A.     Obyek Tindakan.

                   Yang menjadi obyek tindakan dalam PTK ini adalah:

1. Seluruh siswa kelas IX masih belum terampil dalam menggunakan alat mikroskop. 

2.  Banyak konsep yang salah pada siswa kelas IX dalam menggunakan alat mikroskop.

3. Sikap aktif dan kooperatif siswa selama mengikuti proses pembelajaran masih rendah.

B.    Setting Lokasi Dan Subyek penelitian.

Setting lokasi PTK ini adalah MTs. Muhammadiyah 09 Weru kecamatan paciran kabupaten lamongan, kelas IX, jumlah Semester Gasal. Tahun pelajaran 2014/2015.

C.    Metode Pengumpulan Data.

Metode pengumpulan data yang dilakukan peneliti bersama guru mitra kolaborasi pada PTK ini melalui pencatatan hasil di lapangan meliputi tahap perencanaan, tahap tindakan, tahap observasi, dan tahap refleksi sampai dengan siklus III.  Peneliti bersama guru mitra kolaborasi berhenti sampai pada siklus III karena sudah menganggap cukup representatif dalam melakukan tiga kali pengulangan. 

D.    Metode Analisis Data.

Data yang sudah diperoleh bersama guru mitra kolaborasi sejak penelitian dimulai hingga akhir yang meliputi tahap perencanaan, tahap tindakan, tahap observasi, dan tahap refleksi selanjutnya dianalisis bersama-sama berdasarkan kajian pustaka dan interpretasi berdasarkan pengalaman guru.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

HASIL PENELITIAN

 

A.   Gambaran Seting Penelitian.

Penelitian Tindakan Kelas mengambil seting di MTs. Muhammadiyah 09 Weru Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan, pelaksanaannya mengikuti tahapan sebagai berikut:

1.  Tahap perencanaan, meliputi pemilihan dan penetapan materi pembelajaran dan model pembelajaran yang digunakan. Model pembelajaran yang digunakan adalah model pembelajaran Direct Instruction.

2.  Tahap tindakan, meliputi seluruh proses kegiatan pembelajaran model pembelajaran Direct Instruction, mulai dari penyampaian tujuan pembelajaran (TIK), mendemonstrasikan pengetahuan dan keterampilan, pemberian latihan terbimbing, mengecek pemahaman dan umpan balik hingga memberikan kesempatan untuk latihan lanjutan dan penerapannya. Media yang digunakan adalah alat Mikroskop.

3.  Tahap observasi, dilaksanakan bersamaan dengan proses pembelajaran, meliputi pengembangan materi, aktivitas siswa dan hasil belajar siswa.

4.  Tahap refleksi, meliputi kegiatan analisis hasil pembelajaran dan penyusunan rencana perbaikan pada tahapan (siklus) berikutnya. Pelaksanaan penelitian dilakukan secara kolaborasi dengan guru mitra yang membantu dalam pelaksanaan observasi dan refleksi selama penelitian berlangsung supaya dapat terkontrol obyektivitas penelitiannya sehingga menghasilkan penelitian yang valid.

B.   Penjelasan Tiap Tahapan (Siklus).

Penjelasan tahapan-tahapan (siklus) penelitian tindakan kelas ini disajikan pada tiga siklus sebagai berikut :

1.  Siklus I (pertama)

Tabel I : Tahapan kegiatan siklus I

 

No

Perencanaan

Tindakan

Observasi

Refleksi

1

a. Menyampaikan tujuan pembelajaran dan menyiapkan siswa

b. Mereview pengetahuan atau keterampilan pra syarat.

c. Menyampaikan materi pelajaran dan mendemonstrasikan keterampilan

d. Pemberian latihan terbimbing

e. Mengecek pemahaman dan umpan balik

f.  Memberikan kesempatan untuk latihan lanjutan dan penerapannya

a.   Guru menyampaikan TPK, informasi latar belakang pembelajaran, dan pentingnya pelajaran

b.    Membentuk kelompok ( 3   kelompok @ 7 anak)

c.    Guru memberikan beberapa pertanyaan awal

d.   Guru menjelaskan materi pelajaran dan mendemonstrasikan keterampilan cara  menggunakan alat Mikroskop tahap demi tahap secara benar.

e.   Guru merencanakan dan memberi bimbingan awal

f.    Mengecek apakah siswa telah berhasil melakukan tugas dengan baik atau belum

g.   Guru mempersiapkan kesempatan melakukan pelatihan lanjutan

a.   Mengamati perilaku siswa.

b.   Memantau kerjasama antar siswa

c.   Mengamati prosedur kerja siswa saat praktek

d.   Mengamati keaktifan kerja siswa saat mebuat laporan

e.   Mengamati hasil laporan siswa

a.   Mencatat hasil observasi

b.   Mengevaluasi hasil observasi

c.   Menganalisis hasil observasi

d.   Memperbaiki kelemahan untuk tindakan siklus II

 

 

 

2.    Siklus II (ke dua).

Tabel II : Tahapan kegiatan siklus II

 

No

Perencanaan

Tindakan

Observasi

Refleksi

 

2

 

a.   Menyampaikan tujuan pembelajaran

b.   Menyampaikan hasil refleksi siklus I

c.   Menyampaikan kekurangan pada siklus I

d.   Pemberian latihan terbimbing lanjutan

e.   mengecek pemahaman dan umpan balik

f.    Memberikan kesempatan untuk latihan lanjutan dan penerapannya

 

a.   Guru menyampaikan TPK dan hasil siklus I

b.   Menbentuk kelompok ( 3 kelompok @ 7 anak)

c.   Guru memberikan bantuan secukupnya pada masing-masing kelompok.

d.   Guru memberikan bimbingan lanjutan pada kelompok yang masih kurang mampu.

e.   Mengecek berhasil kerja siswa.

f.    Guru mempersiapkan kesempatan melakukan pelatihan lanjutan

 

a.   Mengamati perilaku siswa.

b.   Memantau kerjasama antar siswa

c.   Mengamati prosedur kerja siswa saat praktek

d.   Mengamati keaktifan kerja siswa saat mebuat laporan

e.   Mengamati hasil laporan siswa

 

a.   Mencatat hasil observasi

b.   Mengevaluasi hasil observasi

c.   Menganalisis hasil observasi

d.   Memperbaiki kelemahan untuk tindakan  siklus III

 

3.    Siklus III ( ke tiga)

 

Tabel III : Tahapan kegiatan siklus III

 

No

Perencanaan

Tindakan

Observasi

Refleksi

 

3

 

a. Menyampaikan tujuan pembelajaran dan menyiapkan siswa

b. Menyampaikan hasil refleksi II

c. Menyusun rencana perbaikan

d. Pemberian latihan terbimbing lanjutan

e. mengecek pemahaman dan umpan balik lanjutan

f. Mengoptimalkan waktu.

 

a. Guru menyampaikan TPK, dan hasil siklus II

b. Menbentuk kelompok ( 3 kelompok @ 7 anak)

c. Guru memberikan bantuan secukupnya pada masing-masing kelompok.

d. Guru memberikan bimbingan lanjutan pada kelompok yang masih kurang mampu.

e. Mengecek berhasil kerja siswa.

f. Diskusi kelas tentang hambatan saat melakukan praktek.

g. Menarik kesimpulan.

 

 

a.   Mengamati perilaku siswa.

b.   Memantau kerjasama antar siswa

c.   Mengamati prosedur kerja siswa saat praktek

d.   Memantau diskusi siswa

e.   Mengamati hasil laporan siswa

 

a.   Mencatat hasil observasi

b.   Mengevaluasi hasil observasi

c.   Menganalisis hasil observasi

d.   Menyusun laporan

 

 

 

 

 

 

 

 

C.   Proses Analisis Data.

Proses analisis data hasil penelitian disajikan dalam tiga siklus sebagai berikut:

       I.   Siklus I (pertama).

Dalam proses pembelajaran pada siklus pertama diperoleh hasil sebagai berikut:

A.   Kelompok I (satu)

Tabel IV : Hasil kegiatan siklus I kelompok I

 

No

 

Aspek yang dinilai

Jumlah tingkat Kemampuan anak

Baik sekali

Baik

Cukup

Kurang

1

Perilaku/sikap siswa saat pembelajaran

2

3

1

1

2

Kerjasama antar siswa dalam satu kelompok saat praktikum

0

2

5

0

3

Prosedur kerja siswa saat praktek

0

0

4

3

4

Diskusi penyususunan laporan praktikum

0

0

5

2

5

Hasil laporan siswa

0

0

0

7

 

Interpretasi :

Keseriusan dan kesadaran siswa kelompok I mengikuti pembelajaran menggunakan alat mikroskop masih rendah. Hal ini disebabkan anggotanya masih kurang mengerti manfaat alat mikroskop dan belum terbiasakan menggunakannya, dan alat mikroskop masih dianggap sebagai sesuatu yang baru. Perlu diberikan pengertian dan bimbingan.

 

B.   Kelompok II (dua)

 

Tabel V : hasil kegiatan siklus I kelompok II

 

 

No

 

Aspek yang dinilai

Jumlah tingkat Kemampuan anak

Baik sekali

Baik

Cukup

Kurang

1

Perilaku/sikap siswa saat praktikum

0

1

3

3

2

Kerjasama antar siswa dalam satu kelompok saat praktikum

1

2

4

0

3

Prosedur kerja siswa saat praktek

2

2

1

2

4

Diskusi penyususunan laporan praktikum

2

2

3

0

5

Hasil laporan siswa

0

0

7

0

 

Interpretasi:

Keseriusan dan kesadaran siswa kelompok II mengikuti pembelajaran menggunakan alat mikroskop cukup bagus. Hal ini disebabkan beberapa anggotanya ada yang sedikit mengerti manfaat alat mikroskop dan pernah menggunakannya, dan anggota yang mengerti tersebut mendominasi dalam kelompok. Prosedur kerjanya masih kurang. Cara membuat laporannyapun belum mampu. Perlu arahan dan bimbingan.

 

C.   Kelompok III (tiga)

 

Tabel VI : hasil kegiatan siklus I kelompok III

 

 

No

 

Aspek yang dinilai

Jumlah tingkat Kemampuan anak

Baik sekali

Baik

Cukup

Kurang

 

1

Perilaku/sikap siswa saat praktikum

0

4

2

1

 

2

Kerjasama antar siswa dalam satu kelompok saat praktikum

0

4

3

0

 

3

Prosedur kerja siswa saat praktek

1

4

2

0

 

4

Diskusi penyususunan laporan praktikum

0

0

7

0

 

5

Hasil laporan siswa

0

1

3

3

 

 

Interpretasi:

Keseriusan dan kesadaran siswa kelompok III mengikuti pembelajaran menggunakan alat mikroskop sudah bagus. Hal ini disebabkan beberapa anggotanya ada yang sedikit mengerti manfaat alat mikroskop dan pernah menggunakannya, dan anggota yang mengerti tersebut mendominasi dalam kelompok. Namun bentuk kerjasama dan tahap diskusi saat membuat laporan masing kurang. Cara membuat laporan masih belim mengert. Perlu arahan dan bimbingan.

 

 

     II.   Siklus II (ke dua).

Dalam proses pembelajaran pada siklus ke dua diperoleh hasil sebagai berikut:

 

A.   Kelompok I (satu)

 

Tabel VII : hasil kegiatan siklus II kelompok I

 

 

No

 

Aspek yang dinilai

Jumlah tingkat Kemampuan anak

Baik sekali

Baik

Cukup

Kurang

 

1

Perilaku/sikap siswa saat praktikum

2

 

3

2

0

 

2

Kerjasama antar siswa dalam satu kelompok saat praktikum

3

4

0

0

 

3

Prosedur kerja siswa saat praktek

3

3

1

0

 

4

Diskusi penyususunan laporan praktikum

0

3

3

1

 

5

Hasil laporan siswa

2

2

3

0

 

 

Interpretasi:

Keseriusan dan kesadaran siswa kelompok I mengikuti pembelajaran menggunakan alat mikroskop sudah ada peningkatan cukup bagus. Hal ini disebabkan para anggotanya termotivasi belajar setelah mengerti manfaatnya, dan sudah mengerti cara menggunakan alat mikroskop. Masih perlu dibimbing.

 

 

 

B.   Kelompok II (dua)

 

Tabel VIII : Hasil kegiatan siklus II kelompok II

 

 

No

 

Aspek yang dinilai

Jumlah tingkat Kemampuan anak

Baik sekali

Baik

Cukup

Kurang

 

1

Perilaku/sikap siswa saat praktikum

4

3

0

0

 

2

Kerjasama antar siswa dalam satu kelompok saat praktikum

3

4

0

0

 

3

Prosedur kerja siswa saat praktek

2

4

1

0

 

4

Diskusi penyususunan laporan praktikum

3

4

0

0

 

5

Hasil laporan siswa

2

2

3

0

 

 

 

Interpretasi:

Keseriusan dan kesadaran siswa kelompok II mengikuti pembelajaran menggunakan alat mikroskop sudah meningkat bagus. Namun cara membuat hasil laporannya masih kurang bagus. Sehingga perlu dibimbing.

 

C.   Kelompok III (tiga)

 

Tabel IX : Hasil kegiatan siklus II kelompok III

 

 

No

 

Aspek yang dinilai

Jumlah tingkat Kemampuan anak

Baik sekali

Baik

Cukup

Kurang

1

Perilaku/sikap siswa saat praktikum

4

3

0

0

2

Kerjasama antar siswa dalam satu kelompok saat praktikum

3

3

1

0

3

Prosedur kerja siswa saat praktek

3

4

0

0

4

Diskusi penyususunan laporan praktikum

4

3

0

0

5

Hasil laporan siswa

2

3

2

0

 

Interpretasi:

Keseriusan dan kesadaran siswa kelompok III mengikuti pembelajaran menggunakan alat mikroskop sudah bagus. Cara membuat hasil laporan kerja juga sudah bagus. Kelompok ini sudah memenuhi syarat untuk mendapatkan pelatihan lanjutan.

 

 

   III.   Siklus III (ke tiga)

Dalam proses pembelajaran pada siklus ke tiga diperoleh hasil sebagai berikut :

 

A.   Kelompok I (satu)

 

Tabel X : Hasil kegiatan siklus III kelompok I

 

 

No

 

Aspek yang dinilai

Jumlah tingkat Kemampuan anak

Baik sekali

Baik

Cukup

Kurang

 

1

Perilaku/sikap siswa saat praktikum

5

2

0

0

 

2

Kerjasama antar siswa dalam satu kelompok saat praktikum

5

2

0

0

 

3

Prosedur kerja siswa saat praktek

6

1

0

0

 

4

Diskusi penyususunan laporan praktikum

7

0

0

0

 

5

Hasil laporan siswa

6

1

0

0

 

 

Interpretasi:

Keseriusan dan kesadaran siswa kelompok I mengikuti pembelajaran menggunakan alat mikroskop pada siklus ke tiga sudah bagus. Hal ini akibat para anggotanya termotivasi belajar dan sudah mendapatkan pengulangan pelatihan beberapa kali, Cara membuat laporannya sudah bagus. Kelompok ini sudah memenuhi syarat untuk mendapatkan pelatihan lanjutan.

B.   Kelompok II (dua)  

 

Tabel XI : Hasil kegiatan siklus III kelompok II

 

 

No

 

Aspek yang dinilai

Jumlah tingkat Kemampuan anak

Baik sekali

Baik

Cukup

Kurang

 

1

Perilaku/sikap siswa saat praktikum

7

0

0

0

 

2

Kerjasama antar siswa dalam satu kelompok saat praktikum

7

0

0

0

 

3

Prosedur kerja siswa saat praktek

6

1

0

0

 

4

Diskusi penyususunan laporan praktikum

7

0

0

0

 

5

Hasil laporan siswa

7

0

0

0

 

 

 

Interpretasi:

Keseriusan dan kesadaran siswa kelompok II mengikuti pembelajaran menggunakan alat mikroskop pada siklus ke tiga sudah bagus dan sesuai dengan yang diharapkan. Cara membuat laporannya sudah bagus. Kelompok ini sudah memenuhi syarat untuk mendapatkan pelatihan lanjutan.

 

 

 

C.   Kelompok III (tiga)

 

Tabel XII : Hasil kegiatan siklus III kelompok III

 

 

No

 

Aspek yang dinilai

Jumlah tingkat Kemampuan anak

Baik sekali

Baik

Cukup

Kurang

 

1

Perilaku/sikap siswa saat praktikum

7

0

0

0

 

2

Kerjasama antar siswa dalam satu kelompok saat praktikum

7

0

0

0

 

3

Prosedur kerja siswa saat praktek

5

2

0

0

 

4

Diskusi penyususunan laporan praktikum

7

0

0

0

 

5

Hasil laporan siswa

7

0

0

0

 

 

Interpretasi:

Keseriusan dan kesadaran siswa kelompok II mengikuti pembelajaran menggunakan alat mikroskop pada siklus ke tiga sudah bagus dan sesuai dengan yang diharapkan. Cara membuat laporannya sudah bagus. Kelompok ini sudah memenuhi syarat untuk mendapatkan pelatihan lanjutan.

 

 

 

 

 

D.   Pembahasan dan Pengambilan Kesimpulan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan siswa dalam menggunakan alat mikroskop melalui model pembelajaran direct instruction pada siswa kelas IX sangat memuaskan. Secara keseluruhan hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan. Baik perilaku/sikap siswa saat praktikum, kerjasama antar siswa dalam satu kelompok saat praktikum, prosedur kerja siswa saat praktIkum, diskusi penyususunan laporan praktikum, dan pengumpulan hasil laporan praktikum siswa. Penjelasan hasil tersebut tergambar pada tabel berikut :

Tabel XIII : Profil prosentase hasil penelitian perilaku siswa saat pembelajaran

Aspek penilaian

 

Siklus

Tingkat Kemampuan

Jumlah Skor Kelompok

I,II dan III

 

Prosentase

(%)

 

 

 

Perilaku/sikap siswa saat praktikum

 

Siklus I

            

 

Baik Sekali

2

9,52%

Baik

8

38,09%

Cukup

8

38,09%

Kurang

5

23,80%

 

Siklus II

Baik Sekali

10

47,61%

Baik

9

42,85%

Cukup

2

9,52%

Kurang

0

0%

 

Siklus III

Baik Sekali

19

90,47%

Baik

2

9,52%

Cukup

0

0%

Kurang

0

0%

 

 

Tabel XIV : Profil prosentase hasil penelitian kerjasama siswa

 

Aspek penilaian

 

Siklus

 

Tingkat Kemampuan

 

Jumlah Skor Kelompok

I,II dan III

 

Prosentase

(%)

 

 

 

Kerjasama antar siswa dalam satu kelompok saat praktikum

 

Siklus I

Baik Sekali

1

4,76%

Baik

8

38,09%

Cukup

12

57,14%

Kurang

0

0%

 

Siklus II

Baik Sekali

9

42,85%

Baik

11

52,38%

Cukup

1

4,76%

Kurang

0

0%

 

Siklus III

Baik Sekali

19

90,47%

Baik

2

9,52%

Cukup

0

0%

Kurang

0

0%

 

Tabel XV : Profil prosentase hasil penelitian prosedur kerja siswa

 

Aspek penilaian

 

Siklus

 

Tingkat Kemampuan

 

Jumlah Skor Kelompok

I,II dan III

 

Prosentase

(%)

 

 

 

Prosedur kerja siswa saat praktek

 

Siklus I

Baik Sekali

1

4,76%

Baik

6

28,57%

Cukup

7

33,33%

Kurang

5

23,80%

 

Siklus II

Baik Sekali

8

38,09%

Baik

11

52,38%

Cukup

2

9,52%

Kurang

1

4,76%

 

Siklus III

Baik Sekali

17

80,95%

Baik

4

19,04%

Cukup

0

0%

Kurang

0

0%

Tabel XVI : Profil prosentase hasil penelitian diskusi menyusun laporan

 

 

Aspek penilaian

 

Siklus

 

Tingkat Kemampuan

 

Jumlah Skor Kelompok

I,II dan III

 

Prosentase

(%)

 

 

Diskusi penyususunan laporan praktikum

 

Siklus I

Baik Sekali

2

9,52%

Baik

2

9,52%

Cukup

15

71,42%

Kurang

2

9,52%

 

Siklus II

Baik Sekali

7

33,33%

Baik

10

47,61%

Cukup

3

14,28%

Kurang

1

4,76%

 

Siklus III

Baik Sekali

21

100%

Baik

0

0%

Cukup

0

0%

Kurang

0

0%

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tabel XVII : Profil prosentase hasil penelitian laporan siswa

 

 

Aspek penilaian

 

Siklus

 

Tingkat Kemampuan

 

Jumlah Skor Kelompok

I,II dan III

 

Prosentase

(%)

 

 

 

 

Hasil laporan siswa

 

Siklus I

Baik Sekali

0

0%

Baik

1

4,76%

Cukup

10

47,61%

Kurang

10

47,61%

 

Siklus II

Baik Sekali

6

28,57%

Baik

7

33,33%

Cukup

8

38,09%

Kurang

0

0%

 

Siklus III

Baik Sekali

20

95,24%

Baik

1

4,76%

Cukup

0

0%

Kurang

0

0%

 

Tabel XVIII: Grafik profil hasil penelitian

 

 

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A.   Kesimpulan.

Kesimpulan yang dapat ditarik dari PTK ini adalah sebagai berikut :

1.     Keterampilan siswa menggunakan alat mikroskop selama proses pembelajaran dengan model direct instruction dapat muncul dan menunjukkan peningkatan yang baik. Informasi demikian ditunjukkan pada tabel profil prosentase dan grafik profil hasil penelitian mulai siklus I, siklus II dan siklus III. Semuanya penunjukkan gejala peningkatan secara signifikan. 

2.    Aktivitas siswa untuk mengkonstruksikan pengetahuan mereka sendiri mulai dari perilaku / sikap siswa saat pembelajaran, kerjasama antar siswa saat praktikum, melaksanakan kegiatan sesuai prosedur kerja, diskusi menyusun laporan praktikum dan membuat hasil laporan praktikum menunjukkan peningkatan.

B.   Saran.

1.    Melihat hasil yang baik pembelajaran menggunakan model direct instruction ini, maka sudah saatnya pembelajaran tentang menggunakan alat mikroskop yang menggunakan cara pendekatan pembelajaran konvensional diganti. Sebab pembelajaran model konvensional kurang efektif, monoton dan cenderung bisa berdampak menimbulkan salah persepsi pada tingkat pemahaman siswa.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

Akhmad Manna, dkk. 2006. IPA Fisika SMP kelas VII . Jakarta : Intan Pariwara.

Aqib, Zaenal. 2001. Profesional Guru Dalam Pembelajaran . Surabaya : Insan Cendikia.

Kasbolah, Kasihani. 2001. Penelitian Tindakan Kelas . Malang : UM.

Marsigit. 1996. Pembenahan Gaya Mengajar (Teaching Style) . Bandung: Cakrawala Pendidikan.

Moeloeng, Lexy J. 1994. Metodologi Penelitian Kualitatif . Bandung : Remaja Rosda Karya.

Sugiyarto, T. 2008. Ilmu Pengetahuan Alam SMP Kelas VII . Jakarta : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Tarjo, Bejo. 2005. Lembar Kerja Siswa. Surakarta : Grahadi.

Uzer Usman, Moh. 1996. Menjadfi Guru Profesional . Bandung : Remaja Rosda Karya.

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar